Liputan6.com, Jakarta - Allianz Arena akan menjadi panggung pertarungan dua kandidat kuat dalam persaingan Liga Champions 2026-27. Bayern Munchen menjamu Arsenal pada matchday 3, Kamis, 22 Oktober 2026, pukul 02.00 WIB, dalam duel yang mempertemukan dua tim dengan karakter permainan berbeda.
Bayern memiliki lini serang produktif dan rekor kandang yang mengesankan di kompetisi Eropa. Arsenal datang dengan pertahanan solid setelah belum kebobolan dalam dua pertandingan fase liga sehingga duel ini berpotensi menjadi ujian besar bagi kedua kubu.
Advertisement
Pertandingan Bayern vs Arsenal juga mempertemukan Vincent Kompany dan Mikel Arteta, dua pelatih yang pernah bekerja bersama di Manchester City. Bayern ingin kembali meraih kemenangan setelah kehilangan poin pada laga sebelumnya, sedangkan Arsenal berambisi melanjutkan tren positif di Eropa.
Bayern Mengandalkan Ketajaman Lini Serang
Bayern memulai kampanye Liga Champions dengan kemenangan telak 5-0 atas Bodo/Glimt. Namun, mereka gagal mempertahankan keunggulan saat menghadapi Viking FK dan harus puas bermain imbang 3-3 setelah kebobolan pada menit-menit akhir.
Hasil tersebut menjadi peringatan bagi tim asuhan Kompany, terutama dalam menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan. Bayern juga kehilangan Michael Olise yang harus absen akibat kartu merah setelah menerima dua kartu kuning pada laga melawan Viking FK.
Meski demikian, kekuatan serangan Bayern tetap mengancam. Mereka bangkit dengan kemenangan besar 6-1 atas RB Leipzig di Bundesliga, dengan Luis Diaz mencetak hattrick dan Harry Kane berkontribusi melalui satu gol serta dua assist.
Bayern juga memiliki rekor kandang luar biasa di fase grup atau fase liga Liga Champions. Mereka tidak terkalahkan dalam 39 pertandingan kandang terakhir pada fase tersebut, dengan 37 kemenangan dan dua hasil imbang.
Arsenal Datang dengan Pertahanan Solid
Arsenal menunjukkan konsistensi sejak awal fase liga. Setelah mengalahkan Napoli 1-0, tim asuhan Arteta melanjutkan langkah positif dengan kemenangan 3-0 atas Lille berkat gol Jurrien Timber, Eberechi Eze, dan Bukayo Saka.
Kemenangan tersebut memperpanjang catatan impresif Arsenal menjadi 14 kemenangan beruntun di fase liga Liga Champions. Mereka juga menjadi satu-satunya tim yang belum kebobolan dalam kompetisi musim ini.