Liputan6.com, Jakarta - Bank Sentral Korea Selatan (Bank of Korea/BOK) dan Bank Sentral Inggris (Bank of England/BoE) memperkuat kerja sama dalam mengembangkan teknologi tokenisasi untuk mendorong inovasi pembayaran dan penyelesaian transaksi. Kolaborasi ini mencakup pertukaran informasi mengenai berbagai proyek digitalisasi keuangan yang tengah dikembangkan oleh kedua negara.
Wakil Gubernur BoE Bidang Stabilitas Keuangan, Sarah Breeden, mengunjungi kantor BOK pada Senin, 19 Oktober 2026. Dalam pertemuan tersebut, pejabat dari kedua bank sentral bertukar pandangan mengenai inovasi sistem pembayaran serta perkembangan proyek tokenisasi, termasuk Project Hangang dan Project Agora.
Advertisement
BOK menyatakan komitmennya untuk terus mempublikasikan perkembangan proyek tokenisasi kepada khalayak global.
"Kami berencana secara aktif membagikan pengalaman terkait proyek tokenisasi, seperti Project Hangang, kepada komunitas internasional dan berpartisipasi aktif dalam diskusi global terkait,” kata BOK, mengutip The Korea Times, Rabu (21/10/2026).
Tokenisasi dalam sistem keuangan merupakan proses merepresentasikan data atau aset fisik ke dalam bentuk token digital. Pada sistem pembayaran, tokenisasi menggantikan data sensitif dengan rangkaian karakter unik untuk melindungi informasi transaksi. Penerapannya pada aset dan uang digital juga terus dikaji guna meningkatkan efisiensi transaksi keuangan.
Salah satu fokus pembahasan adalah Project Hangang, yaitu program percontohan yang dipimpin BOK untuk menguji penggunaan mata uang digital dan Mata Uang Digital Bank Sentral (Central Bank Digital Currency/CBDC) pada transaksi grosir antarlembaga keuangan berbasis teknologi blockchain.
Project Agora Permudah Transaksi Lintas Negara
Sementara itu, Project Agora merupakan inisiatif global yang dipimpin oleh Bank for International Settlements (BIS). Proyek ini mengeksplorasi bagaimana simpanan bank komersial berbentuk token dan uang bank sentral digital dapat mengoptimalkan sistem keuangan global, khususnya pada transaksi lintas negara.
Sistem pembayaran internasional saat ini masih melibatkan banyak lembaga dan rantai proses penyelesaian yang panjang. Melalui tokenisasi, kedua proyek tersebut menguji penggunaan infrastruktur digital demi menciptakan proses pembayaran yang lebih cepat dan efisien.
Pertukaran informasi antara BOK dan BoE menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman terkait penerapan teknologi tersebut. Kendati demikian, BOK menegaskan belum ada pengumuman mengenai peluncuran proyek bersama yang baru maupun jadwal implementasi khusus dari hasil pertemuan ini.
Ke depan, BOK memastikan akan terus mengambil peran aktif dalam diskusi internasional mengenai tokenisasi. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengalaman antarbank sentral seiring pesatnya perkembangan inovasi mata uang digital dan infrastruktur pembayaran global.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.