Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan infrastruktur pembayaran kripto, Mesh menggandeng Visa untuk memungkinkan pengguna memakai kripto dan stablecoin yang tersimpan dalam aplikasi dompet digital yang berpartisipasi di lebih dari 175 juta lokasi merchant di dunia.
Mengutip the Block, Selasa, (20/10/2026), integrasi ini akan memfasilitasi pembayaran di toko fisik dan daring melalui kredensial Visa. Mesh akan menangani pendanaan dan konversi transaksi, sehingga pengguna tidak perlu menjual dan memindahkan aset terlebih dahulu.
Advertisement
“Kripto sebenarnya tidak memiliki masalah dalam hal penggunaan untuk belanja, melainkan masalah pada tahap akhir (last-mile problem). Selama ini, untuk mengatasinya, pengguna harus memiliki kartu terpisah,” ujar CEO dan salah satu pendiri Mesh, Bam Azizi.
Ia menuturkan, Mesh menangani pendanaan dan konversinya sehingga saldo kripto pengguna langsung berubah menjadi daya beli saat pembayaran dilakukan, tanpa perlu memindahkan aset apapun dan tanpa memerlukan perubahan apapun di merchant.
Informasi mengenai ketersediaan awal, perangkat yang didukung, serta platform yang berpartisipasi dalam kerja sama Mesh dan Visa ini belum diumumkan.
Mesh merupakan perusahaan infrastruktur pembayaran kripto yang berada di balik peluncuran fitur "Pay with Crypto" milik PayPal.
Pada Agustus 2025, pendanaan untuk Mesh yang melibatkan PayPal Ventures, Coinbase Ventures, dan pihak lainnya telah melampaui US$ 130 juta atau Rp 2,34 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.040). Perusahaan ini mencapai status unicorn setelah mendapatkan pendanaan Seri C senilai US$ 75 juta atau Rp 1,35 triliun yang dipimpin oleh Dragonfly pada Januari.
Upaya Visa
Langkah ini juga menjadi perluasan terbaru dari upaya berkelanjutan Visa untuk menghubungkan kepemilikan aset kripto dengan jaringan pedagang yang dimilikinya.
Pada April, Visa dan WeFi merencanakan agar pengguna dapat membelanjakan aset digital melalui Visa, sembari tetap memegang kendali penuh atas aset kripto mereka dalam dompet penyimpanan mandiri (self-custody wallets).
Selain itu, tahun lalu, Visa dan Bridge menjalin kemitraan yang memungkinkan pengembang untuk menerbitkan kartu Visa yang didanai oleh saldo stablecoin, dengan Bridge menangani sistem pendukung (backend) serta konversi mata uang.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.