Hari Perempuan Pedesaan Internasional, Perjuangan Perempuan Desa Menopang Keluarga dan Ketahanan Pangan

Amartha Financial mendorong pemberdayaan perempuan petani melalui pembiayaan produktif dan pendampingan usaha.

oleh Alfareza RamadhaniDiterbitkan 21 Oktober 2026, 14:00 WIB
Amartha Financial mendukung pemberdayaan perempuan petani melalui pembiayaan produktif dan pendampingan usaha. (dok. Amartha Financial)

Liputan6.com, Jakarta - Perempuan berperan penting dalam rantai pangan, mulai dari produksi pertanian, pengolahan hasil panen, hingga distribusi. Namun, perempuan di sektor ini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan modal, akses pasar, literasi digital, serta perubahan iklim yang memengaruhi produktivitas usaha.

Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) mencatat perempuan menyumbang sekitar 41 persen tenaga kerja pertanian global. Di Indonesia, sekitar 14,8 juta perempuan bekerja di sektor pertanian hingga Februari 2025.

Peran tersebut turut menopang ekonomi keluarga. Pendapatan dari usaha pertanian membantu perempuan memenuhi kebutuhan rumah tangga, membiayai pendidikan anak, hingga menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Sejak 2010, Amartha Financial menyediakan pembiayaan produktif bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk usaha milik perempuan yang terlibat dalam rantai pangan di perdesaan. Sepanjang 2025, hampir 30 persen mitra Amartha bergerak di sektor pertanian dan peternakan.

Founder dan CEO Amartha Financial, Andi Taufan, mengatakan perusahaan terus memperluas dukungan bagi perempuan pelaku usaha di perdesaan melalui pembiayaan dan pendampingan.

"Melihat potensi yang ada, Amartha konsisten memperkuat ekosistem UMKM melalui akses permodalan, pendampingan, serta memberikan kesempatan untuk memperluas akses pasar bagi para perempuan di perdesaan,” katanya dalam keterangan pada Lifestyle Liputan6.com, Selasa, 20 Oktober 2026.

Dukungan terhadap perempuan pedesaan menjadi salah satu perhatian dalam peringatan Hari Perempuan Pedesaan Internasional setiap 15 Oktober, yang menyoroti kontribusi mereka dalam sektor pangan dan perekonomian lokal.

Mengembangkan Usaha Palawija di Sukoharjo

Ibu Sumarni, petani palawija (dok. Amartha Financial)

Sumarni, petani palawija asal Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, telah menggeluti usaha pertanian selama lebih dari tujuh tahun. Sebelum berfokus pada tanaman palawija, ia sempat membudidayakan melon, tetapi keterbatasan sumber daya menghambat pengembangan usahanya.

Sekitar lima tahun lalu, ia bergabung menjadi mitra Amartha untuk mendukung kegiatan pertaniannya. Ia kemudian memasarkan hasil panen palawija kepada pembeli di sekitar tempat tinggalnya, sehingga dapat menjual produk secara langsung kepada masyarakat setempat.

Saat harga hasil panen sedang baik, Sumarni bisa memperoleh pendapatan hingga Rp500.000 setiap dua hari. Penghasilan tersebut bergantung pada kondisi pertanian, termasuk jumlah panen dan fluktuasi harga jual, sehingga tidak selalu sama dari waktu ke waktu.

Memperluas Budidaya Rumput Laut di Bau-Bau

Ibu Mariani, petani rumput laut (dok. Amartha Financial)

Peran perempuan dalam rantai pangan juga terlihat di sektor kelautan. Mariani, pembudidaya rumput laut asal Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, memulai usahanya sekitar empat tahun lalu dengan mengeringkan rumput laut dalam jumlah terbatas di belakang rumah.

Dalam menjalankan usaha, ia menghadapi tantangan berupa perubahan cuaca, pasang surut, dan kondisi laut yang memengaruhi produksi serta pendapatan. Seiring waktu, ia memperluas area budidaya dan meningkatkan jumlah rumput laut yang dihasilkan. Perkembangan tersebut turut mendorong kenaikan pendapatannya.

Mariani juga melibatkan sejumlah tetangga, yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga, untuk membantu proses panen dan pengeringan rumput laut. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi perempuan di lingkungan sekitarnya untuk mendapatkan penghasilan tambahan melalui keterlibatan dalam usaha budidaya rumput laut.

Pemberdayaan Perempuan dan Pemulihan Ekonomi Desa

Ibu Sumarni, petani palawija (dok. Amartha Financial)

Amartha melaporkan dukungannya terhadap mitra di perdesaan telah membantu menciptakan lapangan kerja bagi hampir 99.000 orang, dengan sekitar 97 persen di antaranya perempuan. Angka tersebut mengacu pada pelaporan program perusahaan.

Melalui Amartha Empower di bawah Amartha.org, perusahaan juga mendukung pemulihan ketahanan pangan masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Program ini mencakup pemulihan saluran irigasi yang menunjang kebutuhan lebih dari 900 keluarga atau hampir 3.000 orang.

Bantuan ternak juga disiapkan untuk mendukung produksi kompos dan pemulihan kegiatan pertanian. Pendampingan turut mencakup pengelolaan organisasi, keuangan, produksi, dan pemasaran. Andi menekankan pentingnya dukungan jangka panjang bagi perempuan perdesaan.

"Pemberdayaan perempuan perdesaan bukan hanya sebatas memberikan akses permodalan, melainkan tentang membangun ekosistem berkelanjutan agar mereka dapat terus tumbuh menjadi motor penggerak ekonomi dan ketahanan pangan," tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya