Liputan6.com, Jakarta - Belakangan ini marak sekali modus penipuan digital yang muncul di tengah masyarakat. Jika tak waspada maka pencurian data hingga kerugian finansial bisa kita alami.
Menariknya ada website khusus yang dibuat agar kita berlatih menghadapi penipuan yang beredar. Website bernama Ntardulu.com ini merupakan simulasi penipuan online yang kerap beredar.
Advertisement
Ada 31 situasi yang disimulasikan dalam website ini mulai dari modus penipuan di Whatsapp, email, Instagram hingga Qris. Tampilan website ini sederhana dan tidak perlu memasukkan data apapun untuk menggunakannya.
"Orang bisa tahu soal modus penipuan, tapi ketika benar-benar dihadapkan dengan situasinya, apalagi kalau sedang panik atau terburu-buru, belum tentu bisa mengenalinya. Itu sebabnya saya mengembangkan website ini, jadi bukan cuma dikasih tahu bahayanya, tapi bisa belajar mengenali pola dan melatih insting sebelum menghadapi kejadian sebenarnya," ujar perancang Ntardulu.com, Marcel Judodiharjo saat dihubungi Selasa (20/10/2026).
"Platform ini dibuat sesederhana mungkin supaya bisa digunakan masyarakat luas, termasuk yang enggak terlalu paham teknologi. Pengembangannya selama tiga bulan, yang cukup makan waktu justru mencari bentuk literasi yang tepat, bagaimana membuat simulasi yang realistis, mudah dipahami, tapi juga efektif," katanya menambahkan.
Ia menjelaskan ada empat ciri yang biasanya dilancarkan penipu yakni "Buru-buru, ngaku-ngaku, minta-minta dan mancing-mancing". Dan semua tanda tersebut bisa diantisipasi dalam simulasi interaktif di website ini.
Tak hanya itu website ini juga memberikan panduan jika ada masyarakat yang terlanjur terkena penipuan di ranah digital. Marcel sendiri kerap memberikan edukasi terkait keamanan digital di akun Instagram pribadinya.
"Ke depannya, Ntardulu.com juga akan terus saya update mengikuti perkembangan modus penipuan baru, supaya simulasinya tetap relevan dengan ancaman yang dihadapi masyarakat. Harapannya sederhana, semoga semakin banyak orang yang bisa terhindar dari penipuan karena sudah pernah mengenali polanya lewat simulasi ini."
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.