Suahasil Mau Efisiensi Anggaran, Belanja Pemerintah Tembus Rp 1.300 Triliun

Menkeu Suahasil Nazara menuturkan, belanja pemerintah kuartal IV 2026 lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

oleh Arief Rahman HakimDiterbitkan 19 Oktober 2026, 22:13 WIB
Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Kamis (8/10/2026). (Liputan6.com/Arief)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara menginginkan belanja negara diarahkan semakin tepat sasaran melalui upaya efisiensi. Pada kuartal IV-2026 ini, belanja negara ditarget mencapai Rp 1.300 triliun.

Suahasil melaporkan kondisi keuangan negara ke Presiden Prabowo Subianto. Dia mengatakan, pemerintah menelaah alokasi anggaran, termasuk upaya efisiensi. Namun, efiensi anggaran dipastikan bukan sebatas memotong alokasi.

"Kalau kita mengatakan efisiensi anggaran, itu bukan berarti bahwa menyetop anggaran, karena untuk kuartal keempat ini APBN akan belanja Rp 1.300 triliun lebih tinggi dibandingkan kuartal keempat tahun 2025, yaitu Rp 1.200 triliun," ungkap Suahasil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Menurut dia, belanja APBN yang digulirkan lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu ini akan menggerakkan ekonomi masyarakat. Termasuk, pada belanja perlindungan sosial.

"Bantuan pangan sudah mulai bergulir untuk kuartal keempat  dan ini akan mendorong kegiatan konsumsi dan pendorong apa namanya kegiatan government expenditure di perekonomian kita," ucapnya.

Suahasil juga menegaskan, kondisi ekonomi makro masih pada kondisi yang cukup kuat. "Kondisi transaksi di masyarakat juga masih sangat resilient, jadi kita akan terus menjaga stabilitas ke depan dan tetap mendorong pertumbuhan," katanya.

Suahasil Ungkap Defisit APBN Tembus Rp 319 Triliun per September 2026

Menteri Keuangan Suahasil Nazara memberikan keterangan pers kepada media di Gedung Djuanda Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (14/9/2026). Suahasil resmi menjabat Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. (KLY/Budy Santoso)

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan angka defisit APBN mencapai Rp 319 triliun hingga akhir September 2026. Menurut dia, angka ini masih masuk dalam perhitungan negara.

Dia mengungkapkan angka terbaru APBN hingga September 2026. Defisit Rp 319 triliun itu setara dengan 1,24% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Defisit APBN di angka Rp 319,0 triliun, dan defisit 1,24% PDB, dan memang APBN kita dari sejak awal didesain untuk defisit. Artinya kita desain supaya belanja negara bisa lebih tinggi dari apa yang kita kumpulkan dari masyarakat, pendapatan negara," ungkap Suahasil di Hotel Raffles, Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Dia mengungkapkan pemerintah sudah mengantongi pendapatan senilai Rp 2.341,5 triliun atau 74,5% dari target APBN 2026. Angka tersebut dinilai masih sesuai dengan rencana.

"Belanja negara sudah dibelanjakan Rp 2.660,5 triliun, ini adalah 69%, relatively on track, tentu nanti akan ada percepatan belanja, terutama di bulan November dan di bulan Desember. Tetapi 3 per 4 tahun belanja hampir 70%, ini artinya juga oke, on track," jelas dia.

Suahasil menegaskan, kinerja APBN tetap dijaga untuk berperan mendorong pertumbuhan ekonomi dan tetap kredibel. Dia menjelaskan, adanya defisit APBN diperlukan untuk memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

"Angka-angkanya kita jaga sehingga dapat dipercaya bahwa APBN ini adalah APBN yang mengumpulkan uang dari rakyat, namun juga belanjanya ada kembali lagi kepada masyarakat Indonesia. Menuju tahun depan, kita melihat bahwa kita membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi," beber dia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya