Bebas Radiasi Cs-137, Produk Udang dan Rempah Indonesia Mulus Masuk AS

Pemerintah pastikan ekspor udang dan rempah ke AS aman dan bebas radiasi Cs-137 lewat mekanisme sertifikasi SSC. Ekspor udang capai Rp 16 triliun.

oleh Thurfah Mahira AhnafDiterbitkan 19 Oktober 2026, 14:20 WIB
Staf Ahli Bidang Transformasi Digital dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Bara Krishna Hasibuan, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol, Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Nuklir Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Haendra Subekti beserta jajaran dalam konferensi pers perkembangan penanganan kontaminasi Cs-137 di Kawasan Industri Cikande, Senin (19/10/2026).

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia memastikan ekspor udang dan rempah ke Amerika Serikat (AS) tetap berjalan lancar melalui mekanisme pemeriksaan serta sertifikasi bebas cesium-137 (Cs-137). Seluruh produk yang telah dilengkapi sertifikat bebas Cs-137 berhasil memasuki pasar AS tanpa penolakan dari pemerintah setempat.

“Pemerintah menegaskan bahwa pangan Indonesia aman,” ujar Staf Ahli Bidang Transformasi Digital dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) sekaligus Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satgas Penanganan Cs-137, Bara Krishna Hasibuan, Senin (19/10/2026).

Pemerintah menerapkan mekanisme Shipment Specific Certificate (SSC), yakni sertifikat khusus untuk setiap pengiriman, guna menjamin keamanan produk ekspor. Mekanisme ini melibatkan lembaga sertifikasi yang ditunjuk oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (United States Food and Drug Administration/USFDA).

Pada November 2025, Satgas melakukan diplomasi dengan USFDA, Departemen Energi AS, otoritas bea cukai, pembeli, serta asosiasi importir untuk meyakinkan para pemangku kepentingan mengenai keamanan produk Indonesia.

Upaya tersebut dilanjutkan pada Mei 2026 melalui fasilitasi kunjungan USFDA ke Indonesia. Kunjungan ini bertujuan menilai dua lembaga sertifikasi, fasilitas pengolahan udang dan rempah, serta tiga laboratorium.

Hasil penilaian menunjukkan lembaga sertifikasi Indonesia secara substansial telah memenuhi persyaratan. USFDA kemudian memutuskan untuk mempertahankan penunjukan lembaga sertifikasi tersebut. Keputusan itu menjadi bagian penting dalam menjaga akses pasar ekspor Indonesia.

“Hal ini menegaskan komitmen Satgas dan efektivitas sistem sertifikasi kita dalam menjamin keamanan pangan serta keberlanjutan akses ekspor kita ke Amerika Serikat,” ujar Bara.

 

Sertifikasi Bebas Cs-137 Terbit

Berdasarkan data periode Oktober 2025 hingga September 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menerbitkan sertifikasi bebas Cs-137 untuk 6.291 kontainer yang mengangkut 95.438 ton udang. Nilai ekspor tersebut mencapai Rp 16 triliun atau sekitar US$ 933 juta.

Sementara itu, pada November 2025 hingga September 2026, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan sertifikasi bebas Cs-137 untuk 835 pengiriman (shipment) yang mencakup 1.235 kontainer. Nilai ekspornya mencapai Rp 48 triliun atau sekitar US$ 2,7 miliar.

Pemerintah juga memastikan pemeriksaan ketat dilakukan terhadap komoditas pertanian. Hasil pemeriksaan di area perkebunan, gudang cengkeh, serta komoditas kopi, cokelat, pinang, dan cabai Jawa tidak menemukan adanya kontaminasi Cs-137.

“Setiap pengiriman rempah dan udang kami wajibkan menjalani pemindaian radiasi dan pengujian terakreditasi sebelum diekspor,” ucap Bara.

Pemerintah turut menyatakan kawasan industri Cikande telah berada dalam kondisi aman. Meski demikian, mekanisme pemeriksaan dan sertifikasi tetap dijalankan untuk menjaga keamanan produk pangan sekaligus mempertahankan kepercayaan pasar AS terhadap komoditas asal Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya