Gaya Sederhana dan Jenaka ala AKBP Candra Sasongko Kapolresta Surakarta

Dikenal sebagai Mbah Con, AKBP Candra Sasongko resmi pimpin Polresta Surakarta.

oleh arie.sunaryoDiterbitkan 19 Oktober 2026, 13:27 WIB
Kapolresta Surakarta AKBP Candra Sasongko ngariung bersama anak buahnya, (merdeka.com/Arie Sunaryo)

Liputan6.com, Jakarta - AKBP Candra Sasongko lebih terkenal dengan sapaan "Mbah Con" di media sosial. Sosok anggota Polisi humoris yang dekat dengan warga.

Pria kelahiran Trenggalek ini adalah lulusan Akpol 2005. Kariernya ditempa di Polda Metro Jaya (2005–2013), Polda Jabar (2013–2021), lalu Polda Banten sebagai Kasubdit 1 dan Kasubdit 4 Ditreskrimsus. Ia memimpin Polres Serang (2024–2025) sebelum bertugas sebagai Kabagbinkar Biro SDM Polda Jabar.

Gaya kepemimpinan egaliter langsung terlihat pada apel perdana, Minggu (18/10/2026). Alih-alih berbaris kaku, Candra memilih lesehan dan ngariung bersama personelnya.

Forum bertajuk Ngariung Aman itu berlangsung santai dan penuh canda. Ia membaur dengan anggota, melontarkan gurauan, dan sengaja mencairkan suasana untuk membuka ruang komunikasi.

"Kadang komunikasi yang baik itu justru lahir dari suasana sederhana. Duduk bersama, ngobrol santai, bercanda, dan saling mendengarkan. Saya ingin anggota merasa dekat dengan pimpinannya, tidak ada jarak, karena kita semua adalah satu keluarga besar Polresta Surakarta," ujarnya.

Di tengah obrolan, Candra membuka sesi curhat. Anggota dipersilakan menyampaikan kendala di lapangan, pengalaman tugas, hingga aspirasi.

"Jangan sampai anggota menghadapi persoalan sendiri, sementara pimpinannya tidak tahu," ungkapnya.

Ia menekankan pemimpin tidak cukup hanya memberi perintah, tetapi hadir dan memahami kondisi personel. Bercanda boleh, namun saat menyangkut tugas dan tanggung jawab pelayanan publik, keseriusan dan profesionalisme harus diutamakan.

Melalui Ngariung Aman, Candra ingin soliditas internal menjadi fondasi layanan bagi warga Solo.

"Kalau di dalam kita kompak, saling peduli, dan saling menguatkan, insyaallah pelayanan kita kepada masyarakat juga akan semakin baik. Saya ingin Polresta Surakarta ini menjadi rumah besar yang nyaman bagi seluruh anggota, tempat kita bekerja, belajar, dan mengabdi bersama," ucap dia.

Bukan Sekadar Laporan

Pada Senin (19/10/2026) di Mapolresta Surakarta, Candra memimpin apel di hadapan Wakapolresta AKBP Heru Eko Wibowo, para pejabat utama, para Kapolsek, dan seluruh personel. Ia menyoroti akar kegagalan organisasi dan meminta peningkatan kualitas kerja bersama.

"Kegagalan organisasi itu biasanya disebabkan karena komunikasi dan aksi yang tidak berjalan beriringan. Jadi ke depan Polresta Surakarta harus satu tingkat lebih tinggi dalam hal komunikasi, kolaborasi dan koordinasi," tegasnya.

Candra juga mengubah pakem pelaporan. Ia tidak ingin hanya menerima daftar kejadian, tetapi juga tindak lanjut yang sudah dikerjakan.

"Harus sudah melaporkan langkah-langkah apa saja yang telah dilaksanakan," ujarnya.

Ia mengingatkan pimpinan tidak boleh hanya memerintah dari balik meja. Pimpinan harus turun, memberi contoh, dan menyelesaikan masalah dengan cepat. Dengan mengingatkan slogan Kapolri "Polisi Bersama Masyarakat", ia meminta anggotanya tidak apatis.

Mbah Con juga menyampaikan pesan yang mencuri perhatian internal hari itu.

"Saya minta semuanya bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri. Saya tekankan kepada seluruh anggota Polresta Surakarta agar bisa menjadi Kapolres bagi dirinya masing-masing," katanya.

Dari polisi viral yang dekat dengan warga, kini ia mengemban tugas menjaga Kota Bengawan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya