CEO Ini Beri Akses AI Hanya Kepada Karyawan Berkinerja Baik

Berbeda dengan perusahaan lain, CEO perusahaan teknologi pembayaran ini tidak memberikan akses AI kepada seluruh karyawan.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 19 Oktober 2026, 07:00 WIB
Ilustrasi kantor ©Ilustrasi dibuat AI

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan teknologi pembayaran yang berkantor pusat di London, Paysend, hanya memberikan akses perangkat kecerdasan buatan (AI) kepada karyawan melalui pembuktian kinerja.

CEO Ben Chisell mengungkapkan kepada CNBC, ia adalah sosok yang “sangat sinis” terhadap berbagai gembar-gembor seputar teknologi ini, meskipun ia tetap mengakui nilai yang bisa diperoleh dari AI.

Chisell, yang sebelumnya pernah bekerja di Amazon, eBay, dan Starling Bank, memperkirakan Paysend kini mampu menghasilkan sekitar 25% lebih banyak pekerjaan teknis dengan jumlah tim yang sama. Namun, ia berpendapat mendapatkan hasil yang optimal tidak sesederhana sekadar memberikan teknologi terkini kepada setiap karyawan.

Sebaliknya, ia membatasi akses ke perangkat AI hanya bagi karyawan dengan kinerja terbaik sering kali setelah mereka membuktikan kemampuan mereka dalam memanfaatkan perangkat tersebut. Menurut dia, jika jatuh ke tangan yang salah, AI justru dapat memperburuk kebiasaan buruk, seperti kemalasan atau pengambilan keputusan yang keliru.

Prinsip utamanya adalah tidak terjebak dalam fenomena FOMO (fear of missing out atau takut ketinggalan tren), melainkan tetap fokus pada penyelesaian masalah pelanggan.

“Saya sadar pendekatan ini mungkin terdengar kurang menarik atau tidak ‘keren’ di tengah tren teknologi yang sedang ramai dibicarakan, tetapi menurut saya, pendekatan ini sangatlah penting,” kata Chisell, mengutip CNBC, Senin, (19/10/2026).

 Penerapan AI di seluruh perusahaan

Tekanan untuk membuktikan nilai dari AI kini semakin meningkat mulai dari sektor hukum, rekayasa perangkat lunak, hingga keuangan. Banyak perusahaan merespons hal ini dengan memberikan akses teknologi tersebut kepada sebanyak mungkin karyawan.

 

 

Dampak terhadap Kinerja Keuangan

Ilustrasi karyawan, bekerja, rapat, suasana kantor. (Foto By AI)

Lloyds Banking Group, yang berbasis di London, telah meluncurkan 40.000 lisensi Microsoft 365 Copilot; pihak bank menyatakan 97% karyawan yang menerima lisensi tersebut benar-benar memanfaatkannya. Perusahaan perangkat lunak Sage, yang berkantor pusat di Newcastle, melaporkan perangkat pengodean berbasis AI mereka telah menghemat ratusan ribu jam kerja.

Sementara itu, firma jasa profesional Grant Thornton UK telah mendorong seluruh stafnya untuk menggunakan Claude dari Anthropic, sebagai bagian dari investasi senilai 500 juta poundsterling US$ 660 juta atau Rp 11,91 triliun, (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 18.050 ) di bidang AI.

Namun, angka-angka tersebut tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan laba perusahaan. Sebuah riset pemerintah Inggris yang diterbitkan pada Januari menunjukkan meskipun tiga perempat pelaku bisnis yang menggunakan AI menyatakan adanya peningkatan produktivitas tenaga kerja, 77% di antaranya mengaku pendapatan mereka tidak mengalami perubahan.

Koordinasi dengan Tim Agen AI

Menurut dia, saat ini para pengembang semakin sering mengoordinasikan tim agen AI untuk menangani berbagai tugas, mulai dari pengodean back-end dan front-end, penjaminan kualitas (quality assurance), hingga dokumentasi. Azzopardi menyebutkan pekerjaan yang sebelumnya memakan waktu berminggu-minggu kini dapat diselesaikan dalam hitungan hari.

Namun, Azzopardi mengingatkan hasil kerja yang dibuat oleh AI tidak selalu produktif jika karyawan menggunakannya untuk mengerjakan hal-hal di luar bidang keahlian mereka. "Anda mungkin merasa lebih efisien, padahal sebenarnya tidak," ujarnya.

Meski demikian, ia mencontohkan saat menangani klien besar seperti National Health Service (NHS) di Inggris, CoreView hanya perlu menambah satu insinyur, sementara proyek-proyek lain tetap berjalan seperti biasa. Perusahaan tersebut justru menambah jumlah karyawan, bukan menguranginya, dengan memanfaatkan kapasitas tambahan untuk menangani lebih banyak pekerjaan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya