5 Diaspora Anyar yang Bisa Bantu Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2030

Timnas Indonesia membidik Piala Dunia 2030. Lima pemain diaspora potensial bisa direkrut.

oleh Vincentius AtmajaDiterbitkan 18 Oktober 2026, 20:17 WIB
Para pemain Timnas Indonesia, Thom Haye, Micthel Baker mendengarkan instruksi dari John Herdman pada sebuah momen laga melawan Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026). (KLY/Budy Santoso)

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia mengarahkan fokus ke kualifikasi Piala Dunia 2030 setelah gagal menembus putaran final edisi 2026. Di bawah komando John Herdman yang sudah bekerja sembilan bulan, performa tim menunjukkan peningkatan dan puncaknya diraih lewat gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Komposisi skuad saat ini masih banyak dihuni pemain era Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, sembari kedatangan beberapa nama diaspora seperti Luke Vickery dan Mitchell Baker. Momentum tersebut membuka peluang bagi PSSI dan Herdman untuk menambah amunisi melalui pemain keturunan yang memenuhi syarat naturalisasi.

Sejumlah talenta keturunan di Eropa disebut berpotensi memperdalam opsi Timnas Indonesia. Kans mereka tetap bergantung pada verifikasi asal-usul, proses administrasi kewarganegaraan, dan kesiapan sang pemain. Berikut lima nama yang dinilai relevan untuk dipantau lebih lanjut.


1. Pascal Struijk

Bek Leeds United, Pascal Struijk menguasai bola saat menghadapi Aston Villa pada laga Liga Inggris 2022/2023 di Villa Park, Birmingham (13/1/2023). Dipromosikan ke tim senior Leeds United pada tengah musim 2019/2020, pemain binaan Akademi Ado Den Haag ini telah mencetak 2 gol dan 1 assist bagi Leeds dari total 21 laga di Liga Inggris musim 2022/2023.(AFP/Geoff Caddick)

Pascal Struijk menjadi opsi menonjol untuk sektor belakang. Bek 26 tahun itu saat ini bermain di Premier League bersama Brighton, pengalaman yang bernilai untuk memperkuat lini pertahanan.

Struijk memiliki darah Indonesia dari garis ibu. Kakek dan nenek dari pihak ibu berasal dari Indonesia sebelum hijrah ke Eropa pada masa kolonial Belanda di Indonesia.

Lahir di Deurne, Belgia, ia berstatus eligible membela Belanda, Belgia, maupun Indonesia. Sampai sekarang, Struijk belum pernah tampil untuk timnas senior negara mana pun.

Di level usia muda, ia tercatat memperkuat Timnas Belanda U-17 pada 2016 dengan tiga penampilan. Rekam jejak tersebut menegaskan profilnya sebagai bek yang terasah dalam sistem sepak bola papan atas.

Dengan jam terbang di kasta tertinggi Inggris, Struijk dinilai cocok untuk skema tiga bek tengah yang kerap digunakan Tim Garuda.


2. Dean Zandbergen

Dean Zandbergen, VVV Venlo. (www.vvv-venlo.nl)

Di lini depan, Dean Zandbergen menawarkan ketajaman. Penyerang dengan tinggi 188 sentimeter itu mencetak 15 gol untuk VVV Venlo musim lalu dan mengoleksi empat gol dari empat laga awal musim berikutnya sebelum pindah ke Dinamo Bucuresti.

Bersama Dinamo Bucuresti pada musim 2026/2027, Zandbergen membukukan satu gol dan satu assist dalam empat penampilan. Catatan awal tersebut memperlihatkan kontribusi yang menjanjikan.

Lanjut Baca:

Pemain berusia 25 tahun berkewarganegaraan Belanda ini memiliki kakek asal Indonesia. Ia pernah menyatakan keinginan membela Timnas Indonesia dan mengaku akan bangga jika kesempatan itu datang. Meski demikian, Zandbergen menegaskan belum dapat memastikan apakah proses untuk memperoleh kewarganegaraan Indonesia dapat dirampungkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya