Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memberikan tanggapan mengenai agunan saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), yang dilakukan pengendali saham emiten JARR dan PGUN yang juga terkait dengan Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (18/10/2026), manajemen Bank Mandiri menyebutkan, pemberian kredit kepada PT Jhonlin Baratama (JB) bukan merupakan fasilitas untuk aktivitas trading saham, melainkan fasilitas kredit yang ditujukan dalam rangka pengembangan usaha meliputi capital expenditure (capex) serta kebutuhan pembiayaan perusahaan dan grup usaha di industri batu bara dan penunjangnya.
Advertisement
"Fasilitas kredit diberikan dengan pertimbangan repayment capacity perusahaan dan grup usaha atas rencana jangka pendek, menengah dan panjang serta kebutuhan pembiayaan perusahaan dan grup usaha di industri batu bara dan penunjangnya,” demikian mengutip keterbukaan informasi BEI.
Bank Mandiri mengungkapkan pemberian kredit mempertimbangkan tiga pilar kualitas kredit Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni prospek usaha, kinerja dan kemampuan membayar, termasuk tetapi tidak terbatas pada kapasitas JB sebagai operating company yang menghasilkan earning before interest, tax, depreciation and amortization (EBITDA),dan induk dari beberapa anak perusahaan/operating company yang dapat memberikan dividen.
Selain itu, fasilitas pinjaman dijamin dengan fixed asset dan non fixed asset termasuk saham (saham JARR dan PGUN yang merupakan afiliasi dari PT Jhonlin Baratama) serta rekening perusahaan.
Pertimbangkan Realisasi Bisnis Ekosistem
Selain saham fasilitas tersebut dijamin dengan fixed asset dan non-fixed asset serta rekening perusahaan. Penilaian saham yang digunakan sebagai agunan tambahan telah sesuai Pasal 4 POJK Nomor 40 Tahun 2017 dan kebijakan internal. Di mana agunan saham merupakan sumber pelunasan sekunder atau second way out dan dinilai secara konservatif.
“Pemberian fasilitas kredit juga mempertimbangkan realisasi bisnis ekosistem Jhonlin Group di berbagai industri dengan bank, potensi bisnis ke depan, termasuk pengenana pricing mempertimbangkan profitabilitas bank,” demikian mengutip keterbukaan informasi BEI.
Bank Mandiri menyatakan, pihaknya senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap penyaluran kredit melalui analisis kelayakan usaha, kemampuan pembayaran debitur, kecukupan agunan sesuai ketentuan yang berlaku serta penerapan manajemen risiko secara menyeluruh.
"Perseroan juga akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kualitas kredit secara berkala sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas aset, kesehatan keuangan, serta kepercayaan seluruh pemangku kepentingan,” demikian mengutip keterbukaan informasi BEI.