Makan di Kereta Api Kini Bisa Pilih Lauk ala Warteg

KAI Services meluncurkan layanan Warteg On Train, konsep makanan ala warteg di perjalanan kereta api.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 18 Oktober 2026, 09:39 WIB
Ilustrasi kereta api, KAI. (Photo by Haidan on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - KAI Services menghadirkan layanan kuliner baru bernama Warteg On Train, yang membawa pengalaman bersantap ala warung tegal (warteg) ke dalam perjalanan kereta api. Layanan ini tersedia di KA Batavia relasi Gambir – Solo Balapan pulang-pergi (PP).

Konsep ini mengangkat hal-hal yang lekat dengan keseharian masyarakat Indonesia, yakni pilihan lauk yang beragam dan kebebasan menentukan menu sesuai selera. Penumpang dapat memilih sendiri lauk dari etalase di gerbong makan, seperti saat makan di warteg.

"Salah satu keseruan makan di warteg adalah memilih sendiri lauk yang ingin dinikmati," tulis KAI Services dalam unggahan di akun Instagramnya @rmu.id, dikutip Minggu (18/10/2026).

Menurut mereka, Warteg On Train membawa pengalaman itu ke dalam perjalanan sehingga cara bersantap menjadi lebih akrab.

Nuansa warteg juga dijaga lewat penyajiannya. Makanan disajikan di atas piring dengan sendok dan garpu, lengkap dengan kerupuk kaleng yang menjadi pelengkap khas warteg. Papan menu di area penjualan memajang sejumlah sajian, antara lain telur dadar Padang, tumis kacang panjang, dan kikil kecap.

KAI Services menyebut layanan ini sebagai perpaduan antara keakraban kuliner Indonesia dan pengalaman bepergian dengan kereta api. "Karena perjalanan yang menyenangkan bukan hanya tentang tempat tujuan, tetapi juga tentang pengalaman dan rasa," demikian pernyataan dalam unggahan tersebut.

Mengusung tagline "Rasa Rumahan, Teman Perjalanan", Warteg On Train menjadi bagian dari kampanye "Semakin Melayani" KAI Services. Unggahan peluncurannya telah disukai lebih dari 10 ribu akun dan mendapat ratusan komentar warganet.

Kinerja Semester I 2026

Antrian penumpang di stasiun KAI Sukabumi. (Liputan6.com/Dokumen KAI Daop 1 Jakarta).

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat jumlah pelanggan mencapai 258.993.359 orang sepanjang Semester I 2026. Angka ini meningkat 7,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 240.805.920 pelanggan.

Pertumbuhan jumlah penumpang tersebut sejalan dengan realisasi pendapatan konsolidasi KAI Group yang mencapai sekitar Rp 18 triliun pada Semester I 2026. KAI memanfaatkan pertumbuhan positif ini sebagai modal untuk terus meningkatkan kapasitas, keandalan, keselamatan, serta integrasi layanan transportasi nasional.

"Delapan puluh satu tahun setelah momentum sejarah perkeretaapian, KAI terus melanjutkan perannya dalam melayani masyarakat dan mendukung konektivitas Indonesia. Tema 'Semakin Melayani' menjadi komitmen agar setiap pertumbuhan dan transformasi perusahaan diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan serta manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam upacara HUT ke-81 KAI di Bandung, Jawa Barat, Senin (28/9/2026).

Optimalisasi Bisnis dan Transformasi Layanan

Ilustrasi kereta api, Stasiun Yogyakarta, PT KAI. (Photo by Husam El Haq on Unsplash)

Bobby menjelaskan, KAI terus mengadaptasi layanan seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas publik. Selain memperkuat bisnis inti angkutan penumpang dan logistik, KAI gencar mengembangkan sumber pendapatan non-angkutan (non-farebox) melalui optimalisasi aset, pengembangan kawasan, dan penciptaan peluang bisnis baru.

Langkah transformasi perusahaan diwujudkan melalui peningkatan kualitas armada kereta api, revitalisasi stasiun, pengembangan layanan pariwisata melalui The Nusantara Explorer, hingga pemanfaatan aset untuk mendukung hunian terintegrasi transportasi publik (Transit Oriented Development/TOD).

"Pertumbuhan membawa tanggung jawab yang semakin besar. Kebutuhan mobilitas yang terus meningkat harus kita jawab melalui peningkatan kapasitas dan keandalan layanan, penguatan sarana dan prasarana, serta keselamatan dan integrasi antarmoda," kata Bobby.

KAI mengusung visi membangun ekosistem layanan kereta api yang efisien dan berkelanjutan menuju operator berkelas dunia (world class operator). Visi tersebut diarahkan untuk memperkuat layanan penumpang, transportasi logistik yang efisien guna menekan biaya logistik nasional, akselerasi digitalisasi, pemanfaatan teknologi modern, hingga pengembangan bisnis non-farebox.

Dalam sektor layanan penumpang, KAI menetapkan keselamatan, ketepatan waktu (on-time performance), kenyamanan, efisiensi, dan keberlanjutan sebagai pilar utama.

"Visi dan misi ini menjadi arah bagi KAI untuk terus bertumbuh dengan pelayanan sebagai orientasi utama. Keselamatan menjadi prioritas dalam setiap perjalanan, disertai peningkatan keandalan layanan, pemanfaatan teknologi, pengembangan bisnis, serta kapabilitas organisasi yang mampu mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat," tutur Bobby.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya