Hansi Flick Tak Ragu Sebut Lamine Yamal Pemain Terbaik Dunia Usai Barcelona Bantai Betis

Hansi Flick menyebut Lamine Yamal pemain terbaik dunia setelah Barcelona menang 5-2 atas Betis. Barcelona menyamai rekor sembilan kemenangan beruntun La Liga.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 18 Oktober 2026, 09:11 WIB
Pemain Barcelona Lamine Yamal merayakan gol pembuka timnya dalam pertandingan Liga Spanyol melawan Real Betis di Sevilla, Spanyol, Sabtu (17/10/2026). (AP Photo/Jose Breton)

Liputan6.com, Jakarta - Hansi Flick melontarkan pujian tinggi kepada Lamine Yamal setelah Barcelona menang 5-2 atas Real Betis pada pekan kesembilan Liga Spanyol 2026/2027, Sabtu (17/10/2026). Pelatih asal Jerman itu menyebut Yamal sebagai pemain terbaik di dunia setelah sang winger tampil gemilang dan membantu Barcelona menyamai rekor awal musim terbaik dalam sejarah kompetisi tersebut.

Yamal membuka keunggulan Barcelona melalui gol individu yang menawan pada menit ke-10. Valentin Gomez sempat menyamakan kedudukan untuk Betis, tetapi Rodri membawa Barcelona kembali unggul sebelum Gabriel Jesus, Eric Garcia, dan Dani Olmo memastikan kemenangan tim tamu.

Hasil tersebut menjadi kemenangan kesembilan beruntun Barcelona di Liga Spanyol musim ini. Catatan itu menyamai rekor Real Madrid yang dibukukan pada musim 1961/1962 dan kembali disamai pada 1968/1969.

Barcelona kini telah mencetak 39 gol dalam sembilan pertandingan liga, unggul 20 gol dari tim lain di kompetisi tersebut. Mereka juga sudah meraih 11 kemenangan beruntun di semua kompetisi dan berpeluang mencatatkan rekor baru jika mampu mengalahkan Real Madrid pada laga El Clasico pekan berikutnya.


Flick Puji Lamine Yamal sebagai Pemain Terbaik Dunia

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, bereaksi dalam laga persahabatan antara Barcelona dan FC Seoul di Stadion Piala Dunia Seoul, Seoul, Korea Selatan, Kamis, 31 Juli 2025. (AP Photo/Ahn Young-joon)

Flick terkesan dengan penampilan Yamal saat menghadapi Real Betis, terutama gol pembuka yang dicetak melalui aksi individu. Pelatih Barcelona itu juga menyoroti kedewasaan sang pemain yang baru berusia 19 tahun, tetapi mampu menjaga fokus dan komitmen di tengah tekanan.

Yamal menunjukkan kontribusi besar sepanjang musim ini dengan mengoleksi sembilan gol dan sembilan assist dari 11 penampilan di semua kompetisi. Bagi Flick, performa dan sikap pemain timnas Spanyol tersebut mencerminkan kualitas seorang pemain besar.

"Itu pertandingan yang intens. Pertandingan yang luar biasa bagi para penggemar dan semua orang yang mencintai sepak bola," kata Flick.

"Lamine juga tampil luar biasa hari ini. Ketika melihat gol pertamanya, sungguh tidak bisa dipercaya. Bagi saya, saat ini dia adalah pemain terbaik di dunia dan saya sangat senang dengan penampilannya," lanjut Flick.


Flick Ingin Barcelona Meraih Gelar, Bukan Sekadar Rekor

Kartu merah itu menyebabkan Hansi Flick dipastikan tidak akan mendampingi Barcelona saat menghadapi Real Madrid dalam duel panas El Clasico pada lanjutan La Liga 2025/2026 akhir pekan depan. (AP Photo/Joan Monfort)

Barcelona mencatatkan awal musim yang impresif dengan memenangi seluruh sembilan pertandingan La Liga. Produktivitas gol dan konsistensi permainan membuat mereka menyamai pencapaian bersejarah, tetapi Flick menegaskan bahwa rekor tersebut bukan sasaran utama timnya.

Lanjut Baca:

Pelatih berusia 61 tahun itu ingin Barcelona menjadikan performa kolektif sebagai modal untuk meraih trofi. Ia juga mengapresiasi kerja sama para pemain, baik ketika menguasai bola maupun saat bertahan tanpa bola. "Ini menyenangkan, tetapi kami ingin memenangkan gelar. Kami ingin meraih sesuatu yang lebih besar dan itulah alasan kami bermain sepak bola," ujar Flick. "Kami berjuang untuk meraih gelar, bukan untuk mencetak rekor. Rekor memang menyenangkan untuk dimiliki, tetapi yang terpenting adalah mentalitas dan cara kami bermain bersama. Kerja sama tim, termasuk saat menghadapi lawan dan ketika tidak menguasai bola, sungguh luar biasa," tegas Flick.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya