Kondisi Terkini Kabut Asap Palangka Raya Usai Diguyur Hujan

Upaya pembasahan lahan gambut terus dilakukan di Kalimantan Tengah untuk cegah api muncul kembali.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 17 Oktober 2026, 18:32 WIB
Kondisi di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 2, Palangka Raya pada Sabtu (17/10/2026). Di mana hari sebelumnya, langit kota tersebut berwarna kuning kusam. (Foto: Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Kabut asap akibat kebakaran hutan di Palangka Raya, Sabtu (17/10/2026), berangsur berkurang.

Penurunan intensitas kabut asap akibat kebakaran hutan tersebut terjadi setelah hujan mengguyur sejumlah wilayah di Kota Palangka Raya, Jumat, 16 Oktober 2026. Kondisi ini salah satunya terlihat di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 2, di mana sudah tak terlihat lagi warna kuning kusam.

Sementara itu, petugas pemadam dari Polda Kalimantan Tengah melakukan pembasahan lahan gambut di sekitar Jalan Mahir Mahar, Palangka Raya, Sabtu (17/10/2026) pagi.

Aksi serupa dijalankan tim pemadam Kodam XII/Tanjungpura di area Persemaian Permanen Modern, Jalan Hiu Putih Raya, Bukit Tunggal, untuk menyisir lokasi gambut yang sempat terbakar.

Langkah pembasahan ini difokuskan guna memadamkan bara api di lapisan bawah tanah gambut agar tidak kembali memicu kebakaran hutan.

Sempat Berwarna Kuning Kusam

Sebelumnya, pada Kamis, 15 Oktober 2026, langit yang biasanya terang tampak gelap dengan semburat kuning kusam, sementara jarak pandang terbatas akibat kabut asap yang menggantung di udara.

Di mana di kawasan Bundaran Besar dan ruang terbuka hijau (RTH) menunjukkan kondisi lingkungan yang tampak suram. Kendaraan masih melintas di jalanan, tetapi arus lalu lintas terlihat lebih lengang dibandingkan biasanya.

Kondisi serupa terlihat di depan Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah. Sebuah tenda posko milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih berdiri di lokasi dengan warna oranye yang mencolok di tengah suasana berkabut.

Sejumlah warga yang beraktivitas di sekitar lokasi tampak mengenakan masker. Sementara itu, pandangan ke arah langit terhalang kabut asap yang masih menyelimuti kawasan tersebut.

Di ruas Jalan G. Obos menuju persimpangan Jalan MH Thamrin, lalu lintas pada pagi hari juga terlihat lebih sepi dari biasanya. Kendaraan memang masih berlalu-lalang, tetapi kepadatan yang lazim terlihat pada jam-jam sibuk belum tampak.

Lengangnya aktivitas di jalanan tidak terlepas dari kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan di seluruh sekolah selama status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berlaku. Kebijakan tersebut membuat para pelajar tidak perlu berangkat ke sekolah seperti hari-hari biasa.

Suasana serupa terlihat di kawasan kampus Universitas Palangka Raya (UPR). Aktivitas di lingkungan kampus tampak sepi seiring penerapan PJJ di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti kota.

Sejumlah kawasan yang biasanya menjadi pusat aktivitas masyarakat itu kini terlihat berbeda. Jalanan yang lebih lengang, langit yang tertutup asap, hingga warga yang mengenakan masker menjadi gambaran kondisi Palangka Raya di tengah dampak karhutla.

 

Polri Kerahkan Personel Tangani Kebakaran Hutan

Diketahui, Mabes Polri bersama jajaran polda memperluas pengerahan Brimob guna mengatasi kebakaran hutan di Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah.

Selain pengerahan 200 personel Korbrimob Polri pada Kamis (15/10/2026), Polda NTB mengirim 200 personel ke Kalimantan Tengah pada Jumat (16/10/2026), disusul pengiriman enam personel spesialis AWC dari Polda Lampung ke Sumatra Selatan pada Sabtu (17/10/2026).

"Polri mengerahkan personel dan sarana pendukung dari berbagai satuan kewilayahan untuk membantu penanganan karhutla sesuai kebutuhan di lapangan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir kepada wartawan, Sabtu (17/10/2026).

"Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pemadaman, meningkatkan kesiapsiagaan, serta meminimalkan dampak kebakaran terhadap masyarakat dan lingkungan,” sambungnya.

Selain itu, Johnny mengatama pengerahan personel dari sejumlah wilayah menunjukkan dukungan lintas satuan Polri untuk menangani karhutla. Personel yang dikerahkan disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi di lapangan.

"Penempatan personel dan pelaksanaan tugas disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi di masing-masing wilayah," tuturnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya