RI dan Rusia Perluas Kerja Sama Industri Perkapalan hingga Penerbangan

Kerja sama Indonesia-Rusia diperluas ke sektor perkapalan, penerbangan, investasi, dan industri untuk membuka peluang bisnis baru.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 17 Oktober 2026, 11:20 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov, di Bogor, Jumat (16/10/2026). (Dok Kemenko Perekonomian)

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia dan Rusia menjajaki penguatan kerja sama industri perkapalan dan penerbangan untuk membuka peluang investasi, memperluas kemitraan bisnis, serta meningkatkan kapasitas industri nasional. Langkah ini menjadi bagian dari upaya kedua negara memperkuat hubungan ekonomi dan mendorong kolaborasi strategis di berbagai sektor.

Penjajakan tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov di Bogor.

Airlangga mengatakan, Indonesia dan Rusia memiliki peluang besar untuk memperluas kerja sama ekonomi, termasuk melalui peningkatan perdagangan, investasi, dan kemitraan antarpelaku usaha.

“Indonesia dan Rusia memiliki potensi besar untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan," ujar Menko Airlangga dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2026).  

"Kami berkomitmen untuk mendorong peningkatan perdagangan dan investasi, memperluas kemitraan antarpelaku usaha, serta memastikan berbagai peluang kerja sama dapat ditindaklanjuti menjadi langkah-langkah konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” tambah dia.  

Pertemuan tersebut juga membahas pengembangan teknologi dan peningkatan kapasitas industri. Kedua negara berharap penjajakan di sektor strategis dapat berkembang menjadi kolaborasi yang memberikan nilai tambah bagi industri nasional.

Pembahasan ini merupakan tindak lanjut pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok pada September 2026, serta hasil Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 Indonesia-Rusia di Kazan pada Mei 2026.

Hubungan ekonomi kedua negara juga menunjukkan perkembangan positif. Pada 2025, nilai perdagangan Indonesia-Rusia mencapai US$ 4,84 miliar, meningkat sekitar 21,6 persen dibandingkan 2024 yang sebesar US$ 3,98 miliar.

 

Kehadiran Rusia di Trade Expo Indonesia (TEI) 2026

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov, di Bogor, Jumat (16/10/2026). (Dok Kemenko Perekonomian)

Selain penjajakan kerja sama industri, Indonesia dan Rusia mendorong perluasan hubungan antarpelaku usaha untuk membuka peluang bisnis baru. Kehadiran delegasi bisnis Rusia dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 menjadi salah satu momentum untuk mempertemukan perusahaan dari kedua negara.

Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov menekankan pentingnya kontak bisnis dalam memperluas hubungan perdagangan dan ekonomi. Menurut dia, partisipasi delegasi Rusia dalam TEI 2026 merupakan tindak lanjut keikutsertaan Indonesia sebagai negara mitra dalam pameran INNOPROM di Yekaterinburg pada Juli 2026.

"Perusahaan-perusahaan kami menghadiri pertemuan business-to-business (B2B) dengan mitra potensial Indonesia, serta forum bisnis dengan sesi tematik mengenai perdagangan, investasi, dan kerja sama industri," ujar DPM Manturov.

Pertemuan bisnis tersebut diharapkan membantu perusahaan menemukan mitra potensial, menjajaki proyek bersama, dan mengembangkan peluang investasi. Selain itu, forum bisnis juga menjadi ruang untuk memperluas diversifikasi perdagangan serta memperkuat hubungan industri kedua negara.

Komoditas seperti minyak kelapa sawit, kopi, kakao, produk pertanian, dan pupuk selama ini menjadi bagian penting dalam perdagangan Indonesia-Rusia. Ke depan, penguatan kerja sama industri diharapkan dapat melengkapi hubungan perdagangan yang telah terjalin.

 

Pembahasan I-EAEU FTA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov, di Bogor, Jumat (16/10/2026). (Dok Kemenko Perekonomian)

Indonesia dan Rusia juga membahas perkembangan perjanjian perdagangan bebas Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA). Perjanjian ini diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk unggulan Indonesia, termasuk minyak kelapa sawit, kopi, kakao, tekstil, dan furnitur.

Proses ratifikasi I-EAEU FTA disebut telah mendekati tahap penyelesaian. Kedua pihak berharap seluruh prosedur yang diperlukan dapat dirampungkan sebelum akhir 2026 agar perjanjian tersebut segera berlaku efektif atau Entry into Force (EIF).

Jika terealisasi, perjanjian tersebut diharapkan memperkuat hubungan perdagangan Indonesia dengan negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha.

Pada akhir pertemuan, Airlangga dan Manturov sepakat melanjutkan penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis, meliputi pertanian, teknologi, industri, dan pengembangan rantai pasok.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya