Lini Belakang AC Milan Mulai Terlihat Solid

AC Milan hanya kebobolan sekali dalam tiga laga terakhir, baik di Serie A maupun Liga Europa.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 17 Oktober 2026, 06:31 WIB
Penyerang AC Milan asal Portugal bernomor punggung 9, Goncalo Ramos (tengah), merayakan gol yang mengubah kedudukan menjadi 2-3 bersama rekan-rekan setimnya dalam pertandingan persahabatan pramusim antara Manchester United dan AC Milan di Tarczynski Arena, Wroclaw, Polandia, pada 15 Agustus 2026. (Sergei GAPON/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - AC Milan menunjukkan perkembangan positif di sektor pertahanan dalam tiga pertandingan terakhir. Rossoneri hanya kebobolan satu gol saat menghadapi Lecce, Sassuolo, dan Salzburg di berbagai kompetisi.

Tim asuhan Ruben Amorim mengawali rangkaian tersebut dengan kemenangan 3-0 atas Lecce. Setelah bermain imbang 1-1 melawan Sassuolo, Milan kembali tampil meyakinkan dengan menghancurkan Salzburg 4-0 di Liga Europa.

Hasil melawan Salzburg menjadi respons penting setelah Milan gagal menang atas Sassuolo dan masih dibayangi kekalahan dari Benfica pada putaran pertama. Selain produktivitas lini depan, keberhasilan mencatatkan clean sheet memperlihatkan peningkatan organisasi pertahanan mereka.

Formasi 3-4-2-1 kembali menjadi andalan Amorim saat menghadapi Salzburg. Kombinasi Fikayo Tomori, Koni De Winter, dan Strahinja Pavlovic di jantung pertahanan membantu Milan mengendalikan ancaman lawan.


Pertahanan Milan Tampil Solid, Tomori Jadi Sorotan

Para pemain Milan merayakan gol keempat tim dalam pertandingan Liga Europa UEFA antara Salzburg dan AC Milan di Salzburg, pada 15 Oktober 2026. (Joe Klamar/AFP)

Kemenangan 4-0 atas Salzburg memberikan banyak catatan positif bagi Milan, terutama dalam menjaga keseimbangan permainan. Meski kualitas lini serang Salzburg bisa diperdebatkan, Rossoneri tetap layak mendapat apresiasi karena mampu membatasi peluang tuan rumah.

Mike Maignan dan barisan pertahanan juga sigap mengantisipasi situasi berbahaya. Sejumlah kesalahan Ardon Jashari sempat membuka celah, tetapi Milan mampu mengatasinya tanpa kehilangan kendali atas pertandingan.

Tomori turut memberikan kontribusi penting saat dipercaya menjadi starter di lini belakang. Bersama De Winter dan Pavlovic, ia membantu Milan membatasi ruang gerak lawan sekaligus menjaga kedisiplinan dalam skema tiga bek.

Catatan clean sheet tersebut melengkapi kemenangan besar Milan dan mempertegas tren positif pertahanan mereka. Dengan hanya satu gol kebobolan dalam tiga laga terakhir, Rossoneri memiliki modal untuk menjaga konsistensi pada pertandingan berikutnya.


Lini Tengah Mulai Menemukan Ritme

Pelatih AC Milan asal Portugal Ruben Amorim saat pertandingan Serie A Italia antara Juventus dan AC Milan di Stadion Allianz di Turin pada 7 September 2026. (Isabella BONOTTO/AFP)

Adrien Rabiot menjadi salah satu pemain paling menonjol di lini tengah Milan. Gelandang asal Prancis itu menyumbang assist untuk gol ketiga dan terlibat dalam proses terciptanya dua gol sebelumnya.

Selain kontribusi langsung terhadap gol, Rabiot mampu mengatur tempo permainan dan aktif menjangkau berbagai area lapangan. Penampilan tersebut melanjutkan tren positifnya setelah mencetak gol spektakuler ke gawang Sassuolo pada akhir pekan sebelumnya.

Jashari juga memperlihatkan perkembangan meski sempat melakukan beberapa kesalahan pada awal pertandingan. Seiring berjalannya laga, kualitas umpannya membaik dan ia semakin efektif membantu Milan mengalirkan bola.

Gelandang Swiss itu tetap aktif bergerak ketika Milan harus bermain dengan 10 pemain menjelang akhir laga. Tekanan yang dilakukannya turut menghasilkan assist untuk gol keempat Goncalo Ramos, yang sekaligus mengakhiri paceklik gol sang penyerang.

Sumber: SempreMilan


Klasemen Serie A 2026/2027

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya