Liputan6.com, Jakarta - Maskapai asal Malaysia, AirBorneo, berencana membuka penerbangan dengan rute Kuching-Jakarta pada Oktober 2026. Pembukaan rute ini menjadi bagian dari strategi ekspansi maskapai tersebut untuk memperluas jaringan penerbangan ke ibu kota negara-negara ASEAN sebelum menjangkau kota-kota sekunder dan destinasi di luar kawasan.
CEO AirBorneo, Megat Ardian Wira Mohd Aminuddin, mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk menyelesaikan seluruh persetujuan yang diperlukan sebelum penerbangan tersebut beroperasi.
Advertisement
“Kami akan memulai penerbangan ke Jakarta pada Oktober. Saat ini, kami bekerja sama dengan seluruh otoritas terkait untuk mendapatkan semua persetujuan yang diperlukan,” kata Megat Ardian di Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Ia menjelaskan, Jakarta menjadi salah satu target utama ekspansi AirBorneo karena posisinya sebagai ibu kota Indonesia sekaligus bagian dari pasar penerbangan ASEAN yang ingin dijangkau perusahaan.
Menurutnya, AirBorneo memiliki strategi untuk memasuki pasar ibu kota negara-negara ASEAN terlebih dahulu, sebelum memperluas jaringan ke kota-kota sekunder dan kemudian ke luar kawasan ASEAN.
“Jakarta merupakan ibu kota ketiga yang kami masuki,” ujarnya.
Megat Ardian menilai pasar penerbangan Kuching-Jakarta memiliki potensi yang cukup besar. Ia menyebut terdapat sekitar 100.000 penumpang pada rute tersebut setiap tahun, dengan sekitar 80.000 di antaranya merupakan penumpang langsung.
AirBorneo ingin menarik penumpang yang sudah menggunakan rute tersebut sekaligus mendorong pertumbuhan pasar melalui penambahan kapasitas dan penyediaan layanan penerbangan penuh (full-service).
Menurut Megat Ardian, kehadiran AirBorneo juga membuka peluang untuk menjangkau segmen penumpang kelas bisnis yang membutuhkan layanan penerbangan tersebut.
“Dengan tambahan kapasitas di pasar, kini ada pemain yang juga menyediakan produk layanan penuh. Ada pula pasar kelas bisnis yang ingin bepergian dengan AirBorneo,” katanya.
Ia menambahkan, maskapai tersebut tidak hanya ingin mengalihkan penumpang yang sudah ada ke layanan AirBorneo, tetapi juga mengembangkan pasar penerbangan Kuching-Jakarta secara keseluruhan.
Bidik Pasar Bisnis, Wisata Medis, dan Kunjungan Keluarga
Megat Ardian mengaku optimistis terhadap potensi pasar Indonesia. Menurutnya, terdapat beragam segmen penumpang yang bisa dijangkau AirBorneo melalui pembukaan rute Kuching-Jakarta.
Segmen tersebut mencakup perjalanan bisnis, perjalanan pemerintahan, wisata medis, pariwisata, kunjungan keluarga, hingga perjalanan akhir pekan.
Ia menilai keberagaman kebutuhan perjalanan tersebut menjadi peluang bagi AirBorneo untuk mengembangkan pasar di Indonesia.
“Saya sangat optimistis. Pasarnya berbeda-beda. Ada pasar bisnis, perjalanan pemerintahan, dan yang paling penting untuk pertumbuhan kami adalah pasar medis atau wisata medis, serta pasar wisatawan,” ujarnya.
Selain itu, AirBorneo juga membidik penumpang yang melakukan perjalanan untuk mengunjungi kerabat maupun bepergian pada akhir pekan.
Megat Ardian mengatakan setiap segmen pasar memiliki pola perjalanan yang berbeda. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan AirBorneo optimistis dapat mengembangkan bisnisnya di Indonesia.
Kuching Jadi Pintu Masuk Wisata Sarawak
Selain memperluas jaringan penerbangan, pembukaan rute Jakarta-Kuching juga berkaitan dengan potensi pariwisata Sarawak, Malaysia.
Megat Ardian mengatakan Kuching merupakan pintu gerbang bagi wisatawan yang ingin menjelajahi berbagai destinasi di Sarawak.
Salah satu daya tarik yang disebutnya adalah Gua Mulu, yang menjadi salah satu destinasi utama di wilayah tersebut. Sarawak juga memiliki sejumlah situs warisan UNESCO lainnya.
Menurutnya, Kuching dapat menjadi titik penghubung bagi wisatawan untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi di Sarawak.
AirBorneo, kata dia, bekerja sama erat dengan Sarawak Tourism Board serta berbagai badan pariwisata untuk menyebarluaskan informasi mengenai destinasi wisata di wilayah tersebut kepada pasar wisatawan.
Terkait rencana ekspansi ke kota-kota lain di Indonesia, Megat Ardian mengatakan AirBorneo akan memulai dengan Jakarta dan melihat perkembangan pasar sebelum menentukan langkah berikutnya.
“InsyaAllah, kami akan memulai dengan Jakarta. Setelah itu, kami akan melihat bagaimana perkembangan pergerakannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, kota-kota lain tetap menjadi bagian dari rencana perusahaan karena setiap destinasi memiliki peluang dan segmen pasar yang berbeda.