Liputan6.com, Jakarta - Selfi Yamma buka suara soal perasaannya setelah hanya satu anak didiknya yang tersisa di Dangdut Academy 8. Saat ditanya Ramzi, ia membenarkan bahwa kondisi ini terasa berat baginya sebagai coach.
Meski begitu, Selfi Yamma menilai situasi tersebut bukan hasil pengondisian pihak mana pun. Ia menegaskan bahwa kehadirannya di panggung Dangdut Academy 8 adalah untuk mendampingi para peserta, bukan untuk bersaing dengan coach lain.
Advertisement
Berat, tapi Sudah Jalannya
Dalam perbincangan itu, Ramzi bertanya apakah terasa berat ketika hanya satu anak didik yang tersisa di antara peserta lainnya. Selfi Yamma menjawab singkat, "Ya, Abi," sapaan akrab yang ia gunakan untuk Ramzi.
Ramzi lalu menegaskan bahwa hasil seperti ini tidak diatur oleh siapa pun. Menurutnya, semua itu memang sudah menjadi jalan kompetisi.
Jadi Coach Tidak Semudah yang Dibayangkan
Selfi Yamma juga menyinggung anggapan sebagian orang di luar sana tentang perannya. Menurutnya, banyak yang mengira menjadi coach itu mudah.
"Mungkin orang-orang di luar sana melihat jadi coach itu mudah," ujar Selfi Yamma. Ramzi menimpali, "Menurut mereka." Selfi Yamma pun sepakat, "Menurut mereka. Padahal tidak semudah itu."
Ia menjelaskan alasannya. "Kami di sini sebenarnya hadir untuk anak-anak, bukan untuk bersaing. Kita ingin membantu generasi muda supaya ke depannya dangdut bisa lebih maju," katanya.
Karakter Tiap Coach dan Peran Peserta
Selfi Yamma mengungkapkan bahwa ketiga coach di Dangdut Academy 8 sudah punya karakter masing-masing. Pembagian peserta pun, menurutnya, mengikuti karakter tersebut.
Ia menepis anggapan bahwa pembagian itu sudah diatur dari awal. "Di luaran sana mungkin dikira sudah diatur begini, begini, tapi sebenarnya enggak," ucapnya.
Selfi Yamma menyebut para coach berperan membantu peserta sebagai tim Coach Adibal. "Kami sudah mengusahakan yang terbaik, tapi kembali lagi ke pesertanya," tuturnya.