Liputan6.com, Jakarta - Taiwan dilaporkan memblokir akses ke situs Coinbase, bursa kripto asal Amerika Serikat (AS), dan Kalshi, platform pasar prediksi asal AS. Langkah ini diambil karena kekhawatiran terhadap aktivitas taruhan hasil pemilu.
Kebijakan tersebut membuat pengguna di Taiwan berpotensi tidak dapat membuka kedua situs melalui koneksi internet biasa.
Advertisement
Dikutip dari CoinMarketCap, Jumat (16/10/2026), sejumlah laporan menyebutkan otoritas Taiwan telah membatasi akses ke situs Coinbase dan Kalshi. Coinbase merupakan salah satu bursa kripto terbesar di dunia, sedangkan Kalshi adalah platform pasar prediksi teregulasi yang memungkinkan pengguna membuat kontrak berdasarkan hasil berbagai peristiwa nyata, termasuk pemilu.
Pembatasan ini disebut berkaitan dengan taruhan hasil pemilu, bukan pelarangan menyeluruh terhadap layanan kripto. Hal tersebut menjadi sorotan karena Coinbase dikenal sebagai platform perdagangan aset kripto, bukan sebagai penyedia utama layanan taruhan politik.
Taiwan sendiri tengah memperkuat kerangka regulasi aset digital. Pada tahun ini, negara tersebut mengesahkan Undang-Undang Layanan Aset Virtual atau Virtual Asset Service Act, yang mengatur operasional bursa kripto dan stablecoin.
Mengapa Taruhan Pemilu Jadi Sorotan?
Pasar prediksi memungkinkan pengguna membeli dan menjual kontrak berdasarkan kemungkinan terjadinya suatu peristiwa. Dalam pasar prediksi pemilu, misalnya, pengguna dapat mengambil posisi berdasarkan perkiraan siapa yang akan memenangkan pemilihan. Pembayaran kontrak ditentukan oleh hasil aktual.
Kalshi menjalankan layanan pasar prediksi secara legal di Amerika Serikat dengan persetujuan regulator. Namun, aktivitas yang diizinkan di satu negara belum tentu diperbolehkan di negara lain.
Kekhawatiran Taiwan tampaknya berpusat pada apakah warganya boleh bertaruh pada hasil pemilu melalui platform asing.
Alasan pembatasan tersebut juga dikaitkan dengan Coinbase karena jaringan Base, blockchain yang dikembangkan Coinbase, beserta ekosistemnya, telah digunakan untuk membangun atau mengakses aplikasi pasar prediksi.
Meski demikian, hubungan spesifik yang menjadi dasar tindakan otoritas Taiwan belum dijelaskan secara terperinci. Belum ada pula konfirmasi independen mengenai perintah resmi yang mendasari pemblokiran tersebut.
Bagaimana Dampaknya bagi Pengguna?
Bagi pengguna Coinbase di Taiwan yang membeli, menjual, atau menyimpan aset kripto, persoalan utamanya adalah apakah pemblokiran situs turut memengaruhi akses ke akun mereka.
Pemblokiran situs biasanya membatasi akses melalui alamat web tertentu. Namun, kebijakan tersebut tidak selalu berarti akun pengguna yang sudah ada otomatis terkunci. Pengguna aplikasi seluler juga mungkin masih dapat mengakses layanan jika pembatasan hanya menyasar domain situs web. Hal ini bergantung pada mekanisme pemblokiran yang belum dikonfirmasi secara terbuka.
Pengguna Kalshi menghadapi ketidakpastian serupa. Karena platform ini terutama berbasis web, pemblokiran situs berpotensi lebih langsung menghambat akses.
Hingga artikel ini ditulis, kedua perusahaan belum mengonfirmasi pemblokiran tersebut atau mengumumkan langkah yang akan diambil.
Pembatasan terhadap platform keuangan asing juga terjadi di negara lain. Rusia, misalnya, berencana melarang perdagangan kripto secara langsung antarpengguna atau peer-to-peer mulai Juli 2027.
Pengguna di Taiwan disarankan memantau pengumuman resmi Coinbase dan Kalshi. Situasi masih dapat berubah seiring perkembangan komunikasi antara regulator dan perusahaan terkait.