Liputan6.com, Jakarta - Informasi mengenai daftar harga iPhone 14 baru dan bekas di Indonesia menjadi yang terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com, Kamis (15/10/2026) kemarin.
Berita lain yang juga populer datang dari pesta hadiah IMPoin 2026 yang baru saja resmi dibuka.
Advertisement
Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.
1. Daftar Harga iPhone 14 Series Baru dan Bekas per Oktober 2026
Apple memperkenalkan iPhone 14 Series pada September 2022 dengan empat model, yakni iPhone 14, iPhone 14 Plus, iPhone 14 Pro, dan iPhone 14 Pro Max.
Seiring hadirnya generasi iPhone yang lebih baru, seri ini menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin menggunakan ponsel Apple dengan harga lebih terjangkau.
Pantauan Tekno Liputan6.com, Kamis (14/10/2026), harga iPhone 14 128 GB di Digimap tercantum mulai Rp8 .749.000. Sementara itu, iPhone 14 Plus 128 GB tercatat mulai Rp 11.949.000 di Hellostore.
Untuk model Pro, harga iPhone 14 Pro 128 GB di Hellostore mulai Rp 13.949.000. Adapun iPhone 14 Pro Max 128 GB dijual mulai Rp 14.949.000.
Harga unit baru itu mengacu pada nominal yang tercantum di katalog penjual resmi. Konsumen tetap disarankan mengecek ketersediaan produk, kapasitas penyimpanan, dan harga terbaru sebelum melakukan pembelian.
Di pasar ponsel bekas, harga iPhone 14 Series lebih bervariasi. Pantauan di e-commerce menunjukkan iPhone 14 reguler ditawarkan mulai Rp 6,3 juta, sedangkan iPhone 14 Plus mulai Rp 7,1 juta.
Untuk model Pro, harga iPhone 14 Pro bekas ditemukan mulai Rp 9,8 juta. Sementara itu, iPhone 14 Pro Max bekas ditawarkan mulai Rp 11 juta, bergantung pada kondisi dan asal perangkat.
2. Pesta Hadiah IMPoin 2026 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Cara Ikut
Indosat Ooredoo Hutchison kembali menggelar program Pesta Hadiah IMPoin 2026. Berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini Indosat memberikan terobosan baru berupa kebebasan penuh bagi pelanggan untuk memilih sendiri hadiah yang diinginkan.
SVP-Head of Partnership & Innovation Indosat Ooredoo Hutchison, Reno Rizki Yudha, menyebutkan bahwa program ini merupakan bentuk apresiasi atas kesetiaan jutaan pelanggan IM3 di seluruh Indonesia.
"Acara ini merupakan bentuk apresiasi kami untuk jutaan pelanggan IM3 di seluruh Indonesia. Pelanggan merupakan motivasi kami untuk terus mengembangkan layanan dan memberikan nilai tambah bagi produk-produk yang diluncurkan," ujar Reno saat acara peluncuran di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Reno menjelaskan, perbedaan mendasar Pesta Hadiah IMPoin tahun ini terletak pada fleksibilitas mekanisme pemilihan hadiah. Pelanggan dapat langsung menentukan hadiah impian melalui aplikasi myIM3.
Pada Pesta Hadiah IMPoin 2026, IM3 menyiapkan total 2.026 hadiah sesuai dengan angka tahun. Setiap bulannya, terdapat 100 hadiah yang dibagikan langsung tanpa proses pengundian.
3. Aksara Nusantara Makin Eksis di Internet, Jawa hingga Pegon Masuk Standar Global
Aksara Nusantara terus mengukuhkan posisinya di ruang digital dunia. Lembaga pengelola nama domain global, Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN), secara resmi menerbitkan Second-Level Reference Label Generation Rules (LGR) untuk Aksara Jawa sekaligus memperbarui standar LGR bagi kelompok aksara berbasis Arab per 5 Oktober 2026.
Pembaruan ini menjadi angin segar bagi Indonesia karena membuka jalan bagi penggunaan aksara Pegon pada nama domain tingkat dua (second-level domain).
Tak hanya Pegon, regulasi teknis ini juga relevan untuk memperkuat integrasi sistem tulisan berbasis Arab Nusantara lainnya di internet, seperti Arab Melayu, Jawi, Serang, hingga Buri Wolio.
Ketua Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), Isnawan, menegaskan pencapaian ini merupakan tonggak sejarah penting dalam digitalisasi warisan budaya bangsa. Menurutnya, penetapan standar ini membuktikan bahwa aksara lokal semakin diakui dalam ekosistem internet global.
"Kami menyambut baik perkembangan ini karena menunjukkan bahwa aksara Nusantara semakin mendapat ruang di ekosistem internet global," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (15/10/2026).
Isnawan menyebut penggunaan Pegon pada second-level domain menjadi langkah penting, sekaligus membuka jalan bagi visi yang lebih besar, termasuk pengembangan TLD berbasis Aksara Arab Nusantara.