KORIKA Gelar AIIS 2026 di Bali, Usung Sovereign AI 2045

KORIKA mengundang sekitar 100–150 pengambil keputusan dari pemerintah, industri, akademisi, investor.

oleh Tim BisnisDiterbitkan 15 Oktober 2026, 19:02 WIB
Presiden KORIKA Hammam Riza

Liputan6.com, Jakarta - Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA) akan menggelar The 6th Artificial Intelligence Impact Summit (AIIS) 2026 pada 21–22 Oktober 2026 di Bali. Forum bertema "Sovereign AI for Indonesia 2045"  akan berlangsung di Bali Beach Convention Center dan United in Diversity (UID) Bali Campus, Sanur, dalam rangkaian Bali Tech Week 2026.

KORIKA mengundang sekitar 100–150 pengambil keputusan dari pemerintah, industri, akademisi, investor, dan mitra internasional untuk hadir langsung. Sekitar 1.000 peserta daring di seluruh Indonesia akan mengikuti acara dari jarak jauh.

Ada 3 sektor yang disorot pada acara ini, yakni perbankan dan jasa keuangan, telekomunikasi, serta infrastruktur digital. "Selama lima tahun AIIS menjadi ruang percakapan AI nasional. Tahun ini kami menaikkan taruhannya: AIIS 2026 adalah tentang eksekusi. Kedaulatan AI tidak lahir dari slogan, melainkan dari talenta yang siap, infrastruktur yang terpercaya, tata kelola yang bertanggung jawab, dan industri yang berani menerapkannya. Bali akan menjadi titik temu untuk memastikan Indonesia tidak sekadar menjadi pengguna AI, tetapi pembangun AI," kata Presiden KORIKA Hammam Riza dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).

KORIKA mendefinisikan kedaulatan AI sebagai kemampuan nasional yang dibangun lewat kolaborasi, bukan isolasi. Indonesia. Di mana, perlu menguasai pengetahuan, talenta, infrastruktur, tata kelola, institusi, dan kemitraan agar bisa menentukan sendiri cara pengembangan dan penggunaan AI.

Summit akan menguji empat pilar ekosistem AI Indonesia. Pilar Capable mencakup talenta, riset, dan implementasi industri. Pilar Trusted mencakup keselamatan, tata kelola, dan transparansi.

Pilar Connected menyangkut kolaborasi lintas pemerintah, bisnis, akademisi, investor, dan komunitas. Pilar Impactful mengukur aplikasi sektoral yang meningkatkan layanan, produktivitas, inklusi, dan daya saing.

Acara ini turut didukung Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Tiga sesi panel

Presiden KORIKA Hammam Riza

 

Hari pertama summit bakal menjadi panggung bersejarah lewat peluncuran tiga inisiatif nasional:

  1. AI.ID — Identitas strategis sekaligus titik temu gerakan AI Indonesia hasil kerja sama PANDI dan Ditjen Pengawasan Ruang Digital KOMDIGI.
  2.  KORIKAClaw — Manajer agen AI dan pustaka skill-template berbahasa Indonesia untuk mempermudah penerapan AI lokal, yang dibawakan oleh VP Innovation & Impact KORIKA Dr. Muhammad Ghifary bersama Sekjen KORIKA Oskar Riandi.
  3. KORIKA Token — Instrumen kolaborasi KORIKA bersama AI Capital Indonesia yang diperkenalkan oleh President Director AI Capital Indonesia, Prof. Niclas Adler.

Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Komunikasi KORIKA, Dini Fronitasari, menilai peluncuran ini sebagai bukti nyata pergerakan ekosistem AI Tanah Air.

"Peluncuran AI.ID, KORIKA Claw, dan KORIKA Token adalah bukti bahwa ekosistem ini sudah bergerak. Kami mengundang perbankan, telekomunikasi, dan penyedia infrastruktur digital untuk duduk satu meja: kepercayaan publik terhadap AI akan ditentukan di sektor-sektor ini," tutur Dini.

Forum dua hari ini diisi deretan pembicara lintas sektor, seperti Kepala BRIN Arif Satria, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan, hingga Menko PMK Pratikno.

Ajang yang menjadi batu loncatan menuju AI World Congress Bali 2027 ini diharapkan mematangkan empat pilar utama AI nasional: Capable (talenta & riset), Trusted (tata kelola terpercaya), Connected (kolaborasi lintas sektor), dan Impactful (dampak nyata bagi masyarakat).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya