Bahlil Sebut Pergantian Dirut PLN Hak Danantara Atas Arahan Presiden

Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menuturkan, pergantian Direktur Utama PLN merupakan aksi korporasi biasa.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 15 Oktober 2026, 19:15 WIB
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia (Foto: istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyebut pergantian direktur utama PT PLN (Persero) merupakan aksi korporasi yang menjadi kewenangan Danantara atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

Bahlil menegaskan, pergantian pimpinan BUMN merupakan hal yang biasa dalam pengelolaan perusahaan dan berada dalam kewenangan Danantara, dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Ini pergantian direksi aksi korporasi biasa. Pergantian dirut BUMN itu hak daripada Danantara dan sudah tentu ada arahan dari Bapak Presiden. Cuma biasa saja kok,” kata Bahlil usai meresmikan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Dusun Krajan, Desa Muara Baru, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026).

Saat ditanya mengenai kemungkinan reshuffle kabinet di bawah koordinasi sektor energi, Bahlil menyatakan keputusan tersebut merupakan hak prerogatif presiden.

“Reshuffle itu hak prerogatif Bapak Presiden. Jadi, kita serahkan semuanya kepada Bapak Presiden,” ujar dia.

Sebelumnya, Komisaris Independen PT PLN (Persero) Andi Arief mengonfirmasi pergantian Direktur Utama PLN dari Darmawan Prasodjo kepada Suroso Isnandar. Keputusan tersebut telah resmi setelah proses Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) selesai.

“Iya, pergantian dirut. Pak Darmawan digantikan oleh Pak Suroso,” kata Andi Arief kepada Liputan6.com, Rabu, 14 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, Suroso Isnandar untuk sementara masih merangkap jabatan sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN hingga ada pengganti untuk posisi tersebut.

 

 

Hanya Pergantian Dirut

Tampak udara Gedung PLN Kantor Pusat di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (Dok PLN)

Andi Arief menyampaikan terima kasih atas pengabdian Darmawan Prasodjo selama memimpin PLN, terutama dalam mendorong transformasi perusahaan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang sangat berarti dari Darmawan Prasodjo, banyak melakukan transformasi. Saya yakin Pak Suroso dirut baru akan melakukan transformasi lanjutan,” ujarnya.

Menurut Andi Arief, tidak ada perubahan lain dalam jajaran direksi PLN selain pergantian direktur utama. Ia juga menyebut tidak ada pertimbangan khusus dari pemegang saham terkait pergantian tersebut.

Proses RUPSLB berlangsung secara daring melalui Zoom pada Rabu, mulai pukul 18.30 WIB hingga selesai. Rapat dihadiri seluruh jajaran direksi dan komisaris PLN serta perwakilan Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), termasuk Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata.

 

Danantara Mau Ubah Model Bisnis PLN

Gedung Kantor PT PLN di Jakarta. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun 2026 PT PLN (Persero) menetapkan perubahan susunan jajaran Direksi perseroan. Dok PLN

Sebelumnya, Danantara Indonesia bersama PT PLN (Persero) akan mengkaji ulang model bisnis perusahaan listrik negara tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mendorong transformasi PLN agar lebih efisien, produktif, dan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, Presiden Prabowo Subianto meminta agar rancangan transformasi, terutama dari sisi model bisnis, segera disiapkan dan dipaparkan untuk ditindaklanjuti.

“Kita akan revisi lagi, kita lihat-lihat lagi mengenai bisnis modelnya. Bagaimana ini tempat-tempatnya agar lebih lebih efisien, lebih baik dan juga juga berdampak berdampak positif terhadap perekonomian kita secara keseluruhan, gitu nah. Jadi oleh sebab itu kami diminta untuk melakukan asesmen dan juga kemudian melakukan proposisinya seperti apa ke Bapak Presiden. Intinya itu aja sih,” ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Menurut dia, Danantara selanjutnya akan bekerja bersama tim PLN untuk memastikan transformasi dapat dilaksanakan secara menyeluruh. Perbaikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas sekaligus membantu mengurangi beban subsidi.

Selain pembenahan model bisnis, pemerintah juga membahas percepatan penggunaan panel surya berkapasitas 100 gigawatt (GW). Namun, Rosan belum merinci skema transformasi, tahapan pelaksanaan, maupun potensi penghematan subsidi yang dapat dihasilkan dari rencana tersebut.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya