Merayakan Suara Perempuan Lewat Buku dan Kisah tentang Tubuh di Aesop Women’s Library

Aesop hadir pertama kali di Jakarta lewat konsep perpustakaan untuk merayakan suara perempuan

oleh Vinsensia DianawantiDiterbitkan 16 Oktober 2026, 09:00 WIB
Aesop hadir pertama kali di Jakarta lewat konsep perpustakaan untuk merayakan suara perempuan (dok. Aesop Indonesia)

Liputan6.com, Jakarta - Ada banyak cara untuk merayakan perempuan, salah satunya melalui cerita. Tahun ini, Aesop menghadirkan kembali Aesop Women’s Library ke Jakarta, sebuah inisiatif yang mengajak publik mengenal lebih dekat beragam pengalaman perempuan melalui karya sastra dan tulisan.

Untuk pertama kalinya hadir di Indonesia, Aesop Women’s Library sempat mengambil alih salah satu sudut di Art Jakarta pada 2–4 Oktober 2026. Kehadirannya sekaligus menjadi pengantar menuju pembukaan toko pertama Aesop di Indonesia yang akan segera hadir di Plaza Senayan dan ASHTA District 8.

Lebih dari sekadar ruang membaca, Aesop Women’s Library menjadi wadah untuk menemukan karya-karya dari penulis perempuan sekaligus memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk membawa pulang satu buku pilihan secara gratis, selama persediaan masih tersedia.

Sebagai brand yang mengambil nama dari Aesop, sosok pendongeng yang dikenal melalui kisah-kisahnya, literatur telah menjadi bagian dari DNA Aesop. Sejak awal, brand ini memiliki ketertarikan terhadap dunia membaca dan menulis, termasuk menghadirkan ruang bagi suara-suara yang selama ini kurang mendapatkan perhatian.

Sejak pertama kali digagas pada 2021, Aesop Women’s Library telah membagikan lebih dari 160.000 buku di berbagai negara. Setiap edisi menghadirkan pilihan buku yang dikurasi melalui rekomendasi Aesopians, toko buku lokal, hingga penerbit, dengan tujuan mendorong rasa ingin tahu sekaligus membangun koneksi melalui cerita.

Di Jakarta, inisiatif ini hadir dengan semangat yang sama, tetapi membawa perspektif yang lebih dekat dengan pengalaman perempuan dan konteks lokal. Pilihan judul dalam edisi kali ini terdiri dari tujuh buku berbahasa Inggris dan Indonesia, termasuk karya dari penerbit lokal seperti Gramedia.

 

Body of Work: from pulse to page

Aesop hadir pertama kali di Jakarta lewat konsep perpustakaan untuk merayakan suara perempuan (dok. Aesop Indonesia)

Untuk edisi 2026, Aesop Women’s Library mengangkat tema “Body of Work: from pulse to page”. Tema ini mengeksplorasi tubuh manusia sebagai jembatan antara kehidupan personal yang bersifat intim dan dunia yang lebih luas.

Tubuh dalam tema ini tidak hanya dipahami sebagai sesuatu yang terlihat secara fisik, tetapi juga sebagai tempat berbagai pengalaman, identitas, emosi, dan cerita tersimpan. Melalui tulisan yang berpusat pada pengalaman tubuh perempuan, literatur dapat membuka perspektif mengenai identitas yang selama ini mungkin terabaikan.

Pilihan buku yang dihadirkan pun mencakup beragam genre dan topik. Keberagaman tersebut memperlihatkan bagaimana pengalaman perempuan tidak pernah hadir dalam satu bentuk yang seragam. Ada cerita tentang tubuh, identitas, kehidupan personal, hingga berbagai pengalaman yang membentuk cara perempuan melihat dirinya sendiri dan dunia di sekitarnya.

Dengan menghadirkan karya dari penulis perempuan, Aesop ingin menunjukkan bagaimana bahasa dapat memberikan ruang bagi pengalaman yang sebelumnya mungkin sulit untuk diungkapkan. Ketika pengalaman yang bersifat sangat personal dituangkan menjadi kata-kata, muncul bentuk keindahan sekaligus pemahaman baru yang dapat dibagikan kepada orang lain.

 

Membawa Pulang Cerita sebagai Pengalaman Personal

Aesop hadir pertama kali di Jakarta lewat konsep perpustakaan untuk merayakan suara perempuan (dok. Aesop Indonesia)

Pengalaman di Aesop Women’s Library juga dirancang untuk terasa personal. Pengunjung dapat berbincang dengan konsultan Aesop yang akan membantu memberikan rekomendasi bacaan sesuai dengan ketertarikan mereka.

Setelah menemukan buku yang dirasa paling sesuai, pengunjung dapat memilih satu judul untuk dibawa pulang sebagai literary gift tanpa biaya, selama persediaan masih tersedia. Dengan demikian, pengalaman mengunjungi Library tidak berhenti ketika seseorang meninggalkan ruang tersebut, tetapi dapat berlanjut melalui halaman-halaman buku yang dibaca di rumah.

Kehadiran Aesop Women’s Library di Jakarta pun terasa sebagai perkenalan yang menarik menjelang ekspansi Aesop di Indonesia. Sebelum memperkenalkan rangkaian produk perawatan tubuh dan kulitnya, Aesop terlebih dahulu menghadirkan sesuatu yang lebih mendasar: ruang untuk berhenti sejenak, membaca, dan menemukan perspektif baru.

Melalui Body of Work: from pulse to page, Aesop kembali memperlihatkan bagaimana literatur dapat menjadi medium untuk merayakan pengalaman perempuan. Sebuah buku mungkin hanya terdiri dari halaman dan kata-kata, tetapi cerita yang tersimpan di dalamnya dapat menjadi jembatan untuk memahami diri sendiri sekaligus terhubung dengan pengalaman orang lain.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya