Liputan6.com, Jakarta - Pada beberapa dekade ini, banyak bangunan termahal yang melakukan ekspansi dan pembangunan mewah. Logistik pembangunan dapat membuat harganya menjulang tinggi, dan ini dipicu oleh beberapa faktor. Contohnya, bangunan kantor memiliki kebutuhan yang berbeda dengan rumah sakit. Bagi properti real estate, lokasi menjadi kunci.
Bukan hanya harga lahan yang menjadi pertimbangan, namun biaya tenaga kerja juga dapat berbeda drastis per lokasi. Mulai dari perencanaan, material, hingga penundaan tak terencana dapat berkontribusi dalam harga akhir proyek pembangunan.
Advertisement
Melansir Business Insider, Minggu (15/10/2026), berikut adalah 10 bangunan termahal di dunia mulai dari yang paling murah hingga yang paling mahal:
1. Lotte World Tower
Biaya: US$ 3,6 miliar (Rp 64,6 triliun)
Lokasi: Seoul, Korea Selatan
Bangunan tertinggi di Seoul, yang dibuka pada 2017, memiliki 123 lantai dan tinggi sekitar 555,6 meter. Ini menjadikannya sebagai salah satu bangunan tertinggi serta termahal di dunia.
Tower ini memiliki fitur “kota vertikal,” seperti yang disebutkan oleh pembangunnya, dengan kantor, tempat tinggal, hotel mewah, dan tempat observasi. Sementara, kompleks lebih besar di sekitar tower tersebut memiliki pusat perbelanjaan, akuarium, bioskop, teater musik, dan taman hiburan.
2. One World Trade Center
Biaya: US$ 3,8 miliar (Rp 68,2 triliun)
Lokasi: New York, AS
One World Trade Center resmi dibuka pada 2014. Tingginya, yakni 1.776 kaki (541,3 meter) memiliki makna simbolis, yaitu sebagai penghormatan tahun penandatanganan deklarasi kemerdekaan AS. Bangunan ini juga merupakan yang tertinggi di AS. Arsitek David Childs ingin bentuk bersudutnya itu sama berkesannya dengan Monumen Washington, demikian ia katakan kepada majalah Time pada 2014.
3. The Cosmopolitan
Biaya: US$ 3,9 miliar (Rp 70,02 triliun)
Lokasi: Las Vegas, AS
Terdiri atas 50 lantai, Cosmopolitan mempromosikan dirinya sebagai tempat yang berkelas, dengan harapan dapat membedakan diri dari para pesaingnya di Las Vegas Strip yang penuh warna dan ramai.
Satu hal membedakan kasino di Cosmopolitan dengan yang lain, yakni jendela. "Saya rasa orang-orang akan senang mengetahui jam berapa saat ini," kata kepala eksekutif Cosmopolitan kepada The Los Angeles Times pada 2010. Salah satu pemandangan paling ikonik di sana adalah Chandelier Bar setinggi tiga lantai, yang dihiasi 2 juta kristal.
4. Palace of the Parliament
Biaya: US$ 4,3 miliar (Rp 77,2 triliun)
Lokasi: Bucharest, Romania
Dalam pembangunan salah satu bangunan terberat di dunia, harga yang harus dibayar bukan hanya uang miliaran dolar, namun, pekerja harus menghancurkan seperlima dari kota tersebut, mengungsikan 40.000 penduduk, demi membangun istana raksasa beserta jalan panjangnya, yang sengaja dirancang agar lebih luas daripada Champs-Élysées, demikian dilaporkan The Guardian.
Sebagai salah satu fasilitasnya, terdapat tur berpemandu bagi mereka yang ingin menjelajahi beberapa di antara lebih dari 1.000 ruangannya.
5. Apple Park
Biaya: US$ 5 miliar (Rp 89,7 triliun)
Lokasi: Cupertino, California
Pada 2013, Bloomberg Businessweek melaporkan harga bangunan ini naik dari US$ 3 miliar, atau Rp 53,8 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.960) ke US$ 5 miliar (Rp 89,7 triliun). Bangunan ini dibuat menjadi sebuah bangunan “net-zero energy” dengan kaca melengkung sepanjang beberapa mil turut menyebabkan harganya yang mahal.
Bangunan berbentuk cincin ini memiliki kapasitas 12.000 orang yang didistribusikan pada empat lantai. Kaca melengkungnya menyuguhkan pemandangan ribuan pohon yang tahan kekeringan. Lalu, jalur pejalan kaki sepanjang 6,4 kilometer berkelok-kelok melintasi kampus.
6. SoFi Stadium
Biaya: US$ 5,5 miliar (Rp 98,7 triliun)
Lokasi: Inglewood, California
Kenaikan biaya, kematian dua pekerja konstruksi, cuaca buruk, dan COVID-19 menyebabkan proyek ini sempat ditunda, yang membutuhkan waktu empat tahun untuk diselesaikan, demikian dilaporkan The Los Angeles Times pada tahun 2020. Salah satu ciri khas stadion ini adalah papan video dua sisi. Luasnya mencapai 6.503 meter persegi dan beratnya 997,9 ton, demikian dilaporkan USA Today pada 2020.
Selain itu, dalam bangunan ini juga terdapat ruang untuk acara kebudayaan. Tempat ini juga berfungsi ganda sebagai ruang pertunjukan seni yang berkapasitas 6.000 orang. Berbagai dokumen, karya seni, dan benda-benda lain dari Koleksi Seni dan Sejarah Afrika-Amerika Kinsey ikut dipamerkan di stadion tersebut.
7. Marina Bay Sands
Biaya: US$ 5,5 miliar (Rp 98,7 triliun)
Lokasi: Singapura
Di dalam tiga tower terdapat 270 toko dan restoran, pusat konvensi, arena seluncur es, sebuah hotel mewah, dan sebuah kasino, yang tersebar di 55 lantai.
Sebuah jalur langit menghubungkan towernya dari ketinggian 193,5 meter. Selain itu, pada lantai ke-57, terdapat sebuah infinity pool sepanjang 137,1 meter dengan pemandangan menakjubkan. Penginapan paling mewahnya ditawarkan pada harga lebih dari US$ 26.000 (Rp 466,8 juta) per malam.
8. Abraj Al Bait
Biaya: US$ 15 miliar (Rp 269,3 triliun)
Lokasi: Makkah, Arab Saudi
Pemerintah Arab Saudi membangun kompleks Abraj Al Bait untuk mengakomodasi jutaan Muslim yang mengunjungi Makkah setiap tahun, menurut Sotheby's. Estimasi ketujuh bangunan pencakar langit ini diperkirakan memiliki nilai sekitar US$ 15 miliar, meskipun sulit untuk mengetahui harga masing-masing gedung.
The Clock Tower adalah bangunan tertinggi di antara yang ain, dengan menara berbentuk bulan sabit yang menjulang setinggi 601 meter. Di dalamnya terdapat Makkah Royal Clock Tower Hotel, yang memiliki 1.650 kamar dan pemandangan ke arah Masjid al-Haram, masjid terbesar di dunia.
9. Hudson Yards
Biaya: US$ 25 miliar (Rp 448,8 triliun)
Lokasi: New York, AS
Hudson Yards, sebuah kompleks bangunan lainnya, menawarkan sejumlah properti mewah. Tim di balik proyek raksasa ini berhasil mengamankan pendanaan sebesar US$ 5 miliar (Rp 89,7 triliun) hanya untuk 30 Hudson Yards pada 2015.
Beberapa gedung perkantoran, menara hunian, pusat seni, dan pusat perbelanjaan merupakan bagian dari bangunan yang telah selesai dibangun. Pasalnya, 16 gedung akan berjejer di kawasan tersebut, menyediakan ruang untuk 4.000 unit apartemen dan 55.000 pekerja, demikian dilaporkan The New York Times pada tahun 2019.
10. Ekspansi Masjid al-Haram
Biaya: US$ 26,6 miliar (Rp 477,6 triliun)
Lokasi: Makkah, Arab Saudi
Seiring dengan pembangunan kompleks Abraj Al Bait, perluasan Masjid al-Haram, atau Masjidil Haram, merupakan proyek pembangunan berskala besar lainnya yang bertujuan untuk menampung jutaan umat Muslim yang mengunjungi Makkah setiap tahun.
Pada 2017, Reuters melaporkan bahwa Saudi Binladin Group kembali memulai pekerjaan perluasan Masjidil Haram senilai US$ 26,6 miliar setelah jeda hampir dua tahun akibat insiden runtuhnya crane pada 2015 yang menewaskan 107 orang.