Harga Beras Kembali Naik, Termurah Dijual Rp 19.250 per Kg

Berdasarkan pantauan PIHPS Kamis (15/10/2026), harga beras naik drastis. Simak rincian lengkapnya.

oleh Cahya Alena FauzaDiterbitkan 15 Oktober 2026, 13:50 WIB
Beras di Pasar Kebayoran Lama pada pantauan harga pangan, Senin pagi, (5/10/2026). (Liputan6.com/Cahya Alena Fauza).

Liputan6.com, Jakarta - Harga pangan termasuk harga beras untuk semua jenis mengalami kenaikan harga pada Kamis, (15/10/2026). Jika dibandingkan dengan harga kemarin, beras kualitas super tipe I naik dari Rp 18.250 menjadi Rp 22.050 per kg, sementara tipe II naik dari Rp 16.000 ke Rp 21.800 per kg.

Selain itu, beras kualitas medium tipe I juga naik dari Rp 15.700 ke Rp 21.050 per kg, sedangkan tipe II naik dari Rp 14.800 ke Rp 20.800 per kg. Lalu, beras kualitas bawah juga ikut mengalami kenaikan harga. Lantara, beras kualitas bawah tipe I kini naik dari Rp 13.950 ke Rp 19.250 per kg. Sementara itu, beras kualitas bawah tipe II naik dari Rp 13.850 (19.450) per kg, demikian mengutip Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, Kamis (15/10/2026)

Simak rincian lengkap harga beras pada Kamis pekan ini:

Harga Beras

  • Kualitas Super: Tipe I dijual seharga Rp 22.050 per kg, dan tipe II di harga Rp 21.800 per kg.
  • Kualitas Medium: Tipe I dan tipe II dibanderol seharga Rp 21.050 dan Rp 20.800 per kg.
  • Kualitas Bawah: Tipe I diberi harga Rp 19.250 per kg, sedangkan tipe II seharga Rp 19.450 per kg.

Harga Beras Premium Naik, BULOG Targetkan Produksi 300 Ribu Ton

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani usai rapat koordinasi terbatas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jakarta, Rabu (14/10/2026). (Liputan6.com/Drey)

Sebelumnya, Perum BULOG mempercepat pengolahan beras komersial menjadi beras premium dengan target mencapai 300 ribu ton hingga Desember 2026. Langkah ini dilakukan menyusul kenaikan harga beras premium di pasar.

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pemerintah memberikan penugasan kepada BULOG untuk memperkuat pasokan beras komersial sebagai salah satu upaya merespons kenaikan harga tersebut.

Rizal menyebut realisasi pengolahan beras komersial menjadi beras premium telah mencapai sekitar 71 ribu hingga 72 ribu ton.

"Bulog diperintahkan untuk segera membuat beras komersial dengan jumlah 300 ribu ton sampai dengan bulan Desember,” ujar Rizal saat konferensi pers di Kantor Pusat Perum BULOG, Jumat, (9/10/2026).

Dia menjelaskan, BULOG melibatkan mitra-mitranya di berbagai daerah untuk mendukung proses pengolahan dan pemasaran beras premium. Pasokan tersebut ditujukan untuk memperkuat ketersediaan beras di pasar, termasuk jaringan ritel modern.

Rizal menambahkan, tugas utama BULOG dalam penugasan pemerintah berfokus pada beras medium, sedangkan beras premium dikelola melalui program beras komersial.

 

 

Kenaikan Harga Gabah Jadi Tantangan

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (Dok Bulog)

Selain memperkuat pasokan beras premium, Rizal menyoroti, kenaikan harga gabah yang turut memengaruhi biaya pengadaan dan pengolahan beras.

Menurut dia, harga gabah di tingkat petani saat ini berada di atas Rp7.000 per kilogram, bahkan mencapai Rp8.000 hingga Rp9.000 per kilogram di sejumlah tempat.

Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam penyerapan gabah oleh BULOG yang mengacu pada ketentuan harga pembelian pemerintah (HPP).

Rizal menegaskan, BULOG tidak menyerap seluruh gabah yang tersedia di pasar. Dia menjelaskan, BULOG berperan menyerap gabah sesuai ketentuan pemerintah, termasuk ketika gabah belum dibeli oleh pelaku usaha lainnya.

"Bulog itu malah sebagai jaga gawang,” kata Rizal.

Dia juga menyebut harga pembelian gabah oleh BULOG mengacu pada ketentuan Rp 6.500 per kilogram. Menurut dia, penyerapan dilakukan sesuai ketentuan tersebut.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya