Liputan6.com, Jakarta - Hoaks terkait minuman yang berbahaya dikonsumsi beberapa kali beredar di masyarakat. Hoaks ini harus diluruskan agar tidak menimbulkan keresahan.
Lalu apa saja hoaks tersebut? Berikut beberapa di antaranya:
Advertisement
1. Cek Fakta: Hoaks Pesan Berantai Daftar Minuman Kemasan yang Picu Penyakit Berbahaya
Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan kembali pesan berantai berisi daftar minuman kemasan yang picu penyakit berbahaya. Pesan berantai itu banyak dibagikan lagi sejak awal pekan ini.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook pada 12 Oktober 2026. Berikut isi pesan berantainya:
"INFO dari RS FATMAWATI, RSCM, RS SILOAM & seluruh jajaran Rumah Sakit di Jkt. bahwa Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menginformasikan bahwa saat ini sedang ada wabah Pengerasan Otak (Kanker Otak), Diabetes dan Pengerasan Sumsum Tulang Belakang (Mematikan sumsum tulang belakang).
Untuk itu, hindarilah minuman sbb:
1. Extra Joss,
2. M-150
3. Kopi Susu Gelas (Granita)
4. Kiranti
5. Krating Daeng
6. Hemaviton
7. Neo Hemaviton
8. Marimas
9. Segar Sari shachet
10. Frutillo
11. Pop Ice
12. Segar Dingin Vit. C
13. Okky Jelly Drink
14. Inaco
15. Gatorade
16. Nabati
17. Adem Sari
18. Naturade Gold
19. Aqua Splash Fruit.
Karena ke-19 minuman tsb mengandung ASPARTAME (lebih keras dr biang gula) racun yg menyebabkan diabetes, v otak, dan mematikan sumsum tulang.
Nara sumber :
Dr. H. Ismuhadi, MPH
Mohon dishare, sayangi keluarga Anda"
Lalu benarkah pesan berantai berisi daftar minuman kemasan yang picu penyakit berbahaya? Simak dalam artikel berikut ini...
2. Cek Fakta: Hoaks Makanan Kaleng Thailand Mengandung AIDS dan Daftar Minuman Kemasan Picu Penyakit Berbahaya
Cek Fakta Liputan6.com memperoleh informasi seputar makanan kaleng Thailand mengandung AIDS dan daftar minuman kemasan memicu pengerasan otak hingga sumsum tulang belakang.
Informasi makanan kaleng Thailand mengandung AIDS dan daftar minuman kemasan memicu pengerasan otak hingga sumsum tulang belakang tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp seperti berikut ini.
"InnaLillahi wa Inna Illaihi roji'un
Assalammu'alaikum Wr Wb
BreakingΒ News : Meneruskan info dr Ibu Dubes KBRI KL
Tolong beritahu adek2, suami, isteri dan semua teman2 Perhatian ; Mulai saat ini jangan makan makanan kaleng ,terutama buah2an , khususnya produksi Thailand. Karena di negara itu ada kira2 200 orang pengidap aids kerja di pabrik kalengan, dan mereka masukkan darah mereka ke dalam kalengan2 itu , dan saat ini masalah tersebut telah diketahui DepKes Thailand sehingga kaleng2an tersebut telah banyak di sita ttpi lebih banyak yg sdh terlajur diekspor. Contoh ; Lecy , Rambutan , Lengkeng , Mangga Puding dll. Setelah terima ini cepat kirim ke saudar2 n teman2 semua. Agar tidak konsumsi kalengan apapun...... Demi keselamatan kita semua. Info dr ibu dubes KBRI
(Rita Toisuta Arifson Kementrian Kesehatan RI)
Simak Beritanya :health.liputan6.hb/read/678535 {semoga bermanfaat}. Mohon bantu share ya..ππ
[ βΌοΈβΌοΈWARNINGβΌοΈ
Tolong disebar luas kan
Mohon ijin info Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menginformasikan bahwa saat ini sedang ada wabah Pengerasan Otak (Kanker Otak), Diabetes dan Pengerasan Sumsum Tulang Belakang (Mematikan sumsum tulang belakang).Untuk itu, hindarilah minuman sbb:
π1. Extra Joss,
π2. M-150,
π3. Kopi Susu Gelas (Granita),
π4. Kiranti,
π5. Krating Daeng,
π6. Hemaviton,
π7. Neo Hemaviton,
π8. Marimas,
π9. Segar Sari shachet,
π10. Frutillo,
π11. Pop Ice,
π12. Segar Dingin Vit. C,
π13. Okky Jelly Drink,
π14. Inaco,
π15. Gatorade,
π16. Nabati,
π17. Adem Sari,
π18. Naturade Gold,
π19. Aqua Splash Fruit.
Karena ke-19 minuman tsb mengandung ASPARTAME (lebih keras dr biang gula) racun yg menyebabkan diabetes, v otak, dan mematikan sumsum tulang.
Info:RS Fatmawati , RSCM , RS Siloam , All RSNara sumber :Dr. H. Ismuhadi, MPH
Mohon dishare, sayangi keluarga anda."
Benarkah informasi seputar makanan kaleng Thailand mengandung AIDS dan daftar minuman kemasan memicu pengerasan otak hingga sumsum tulang belakang? Simak dalam artikel berikut ini...
3. Cek Fakta: Tidak Benar Minuman Kopi Kemasan Saset Dalam Video Ini Bercampur Obat Berbahaya
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video minuman kopi kemasan saset bercampur obat berbahaya. Informasi tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.
Klaim video minuman kopi kemasan saset bercampur obat berbahaya berupa video yang menampilkan dua piring yang berisi serbuk berwarna hitam dan terdapat sebagian berwarna merah.
Orang dalam video tersebut mengambil kemasan berwarna emas bertuliskan "INDOCAFE 3 In 1 Coffemix" Kemudian bubuk di salah satu piring tersebut dibuang untuk diisi kembali oleh bubuk yang ada di kemasan tersebut.
Dalam kegiatan tersebut terdapat narasi suara sebagai berikut.
"kopi yang baru daru Indocafe mau dibuka sekarang, ini baru ok sekarang kita buka, dibuang dulu ok, kita buka lihat masih ada obatnya lagi atau nggak yang merah-merah. Oh my god."
"Hati hati Indocafe mengandung DRUGS, disini ada ibu2 ( ibunya temanku ) sesudah minum itu langsung pusing2 masuk Emergency room."
Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"Tolong viral kan ke seluruh saudara dan saudara" di gruop" kalian, dan seluruh rakyat indonesia. Ini ada penemuan baru minuman kopi kemasan saset di Indonesia, bercampur obat berbahaya, tujuan nya mematikan agar mengurangi jumlah penduduk. Maka hati hatilah konsumsi kemasan persaset dari luar dan dari dalam negeri. Terima kasih banyak. Jika anda bantu sebarkan berapa jiwa yg anda selamatkan. Semoga akan menjadi pahala jariyah sampai akhirat, aamiin."
Benarkah klaim video minuman kopi kemasan saset bercampur obat berbahaya? Simak dalam artikel berikut ini...
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.