Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak di zona merah pada awal sesi perdagangan saham Kamis (15/10/2026). Padahal pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, IHSG sempat menguat 0,29 persen ke level 5.943,02.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka langsung melemah ke posisi 5.917,13 dari penutupan kemarin. Pada pukul 09.03 WIB, IHSG masih tertekan dengan penurunan 0,75 persen atau berada di posisi 5.898,74.
Advertisement
Hingga pukul 09.08 WIB, IHSG tercatat masih melemah 0,64 persen ke posisi 5.906,20. Indeks saham LQ45 juga ikut terkoreksi 0,77 persen ke level 590. Seluruh indeks saham acuan kompak parkir di zona merah.
Pada awal sesi perdagangan ini, IHSG bergerak di level tertinggi 5.917,69 dan level terendah 5.884,24.
Sebanyak 410 saham melemah sehingga menekan pergerakan IHSG. Sementara itu, 117 saham menguat dan 174 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan mencapai 115.044 kali dengan volume transaksi sebesar 3,4 miliar saham. Nilai transaksi harian tercatat Rp 1,1 triliun. Adapun nilai tukar dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran Rp 17.932.
Seluruh sektor saham kompak berada di zona merah. Sektor teknologi mengalami penurunan paling dalam sebesar 1,77 persen, disusul sektor transportasi yang melemah 1,60 persen. Sementara itu, sektor industri melorot 1,23 persen dan sektor properti terkoreksi 1,09 persen.
Prediksi IHSG Hari Ini
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang koreksi pada perdagangan saham Kamis, (15/10/2026). Investor perlu mewaspadai koreksi IHSG hari ini ke 5.744-5.794. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?
IHSG melejit 0,29% ke 5.943, dan pergerakannya masih didominasi oleh volume pembelian yang cenderung mengecil pada perdagangan saham Rabu, 14 Oktober 2026.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG saat ini berada pada bagian dari wave v dari wave a dari wave (x) pada label hitam, sehingga dapat diwaspadai ada koreksi ke rentang 5.744-5.794.
“Best case, koreksi IHSG hanya akan menguji 5.897-5.940 dan menguat kembali untuk menguji 5.989-6.014,” kata Herditya.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.887, 5.744 dan level resistance 6.216,6.296 pada perdagangan saham Kamis pekan ini.
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan resistance 5.840-6.000.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).
Sedangkan Herditya memilih saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), dan PT Indosat Tbk (ISAT).
Rekomendasi Teknikal
Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:
1. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) - Buy on Weakness
Saham ADMR terkoreksi 3,09% ke 1.410 dan disertai dengan munculnya tekanan jual.
“Saat ini, kami memperkirakan posisi ADMR sedang berada pada bagian dari wave v dari wave a dari wave (b),” ujar Herditya.
Buy on Weakness: 1.365-1.405
Target Price: 1.525, 1.575
Stoploss: below 1.330
2. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) - Buy on Weakness
Saham BRMS menguat ke 555 dengan volume yang cenderung mengecil. “Kami memperkirakan, posisi BRMS sedang berada pada bagian dari wave 5 dari wave (C) dari wave [B],” kata dia.
Buy on Weakness: 520-540
Target Price: 615, 655
Stoploss: below 505
3. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) - Buy on Weakness
Saham ENRG terkoreksi 1,06% ke 935 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Saat ini, kami perkirakan posisi ENRG berada pada awal wave (C) dari wave [B],” tutur dia.
Buy on Weakness: 920-935
Target Price: 1.010, 1.045
Stoploss: below 905