Profil Darmawan Prasodjo, Lulusan Texas yang Tak Lagi Pimpin PLN

Darmawan Prasodjo digantikan Suroso Isnandar sebagai Dirut PLN. Simak profil, pendidikan, dan perjalanan kariernya.

oleh Rachel AuliaDiterbitkan 15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Darmawan Prasodjo mengakhiri masa jabatannya sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero). (Dok PLN)

Liputan6.com, Jakarta - Darmawan Prasodjo mengakhiri masa jabatannya sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero) setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menetapkan Suroso Isnandar sebagai penggantinya pada Rabu (14/10/2026).

Selama memimpin perusahaan setrum nasional, Darmawan dikenal melalui upaya transformasi perusahaan. Sebelum masuk ke sektor energi, ia memiliki pengalaman sebagai peneliti di Amerika Serikat dan pernah menduduki sejumlah posisi di pemerintahan.

Komisaris Independen PLN Andi Arief mengonfirmasi pergantian tersebut kepada Liputan6.com.

“Iya, pergantian dirut. Pak Darmawan digantikan oleh Pak Suroso,” kata Andi Arief kepada Liputan6.com, Rabu (14/10/2026).

Andi Arief menyampaikan apresiasi atas kontribusi Darmawan selama memimpin PLN. Ia berharap kepemimpinan baru dapat melanjutkan transformasi yang telah berjalan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang sangat berarti dari Darmawan Prasodjo, banyak melakukan transformasi. Saya yakin Pak Suroso dirut baru akan melakukan transformasi lanjutan,” ujarnya.

Darmawan lahir di Magelang pada 19 Oktober 1970. Prestasi akademiknya telah terlihat sejak duduk di bangku sekolah menengah atas. Ia tercatat sebagai salah satu dari 20 lulusan terbaik SMA Negeri 1 Magelang.

Pada 1989, Darmawan memperoleh beasiswa dari Menteri Riset dan Teknologi saat itu, B.J. Habibie, untuk melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat. Ia kemudian menempuh pendidikan sarjana, magister, hingga doktor di Texas A&M University.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Darmawan berkarier sebagai konsultan sekaligus peneliti di Amerika Serikat selama sekitar 15 tahun, hingga 2012. Pengalaman tersebut menjadi bekal sebelum ia kembali ke Indonesia dan terlibat dalam berbagai kegiatan di bidang ekonomi hijau serta kebijakan publik.

 

 

Perjalanan Karier dari Pemerintahan hingga PLN

Darmawan Prasodjo mengakhiri masa jabatannya sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero).

Setelah kembali ke Indonesia, Darmawan mulai meniti karier di sejumlah lembaga. Pada 2012–2013, ia menjabat sebagai direktur di Indonesia Center for Green Economy dan kepala jurusan pada program studi Green Economy di Surya University.

Kariernya berlanjut melalui keterlibatan sebagai Co-chair Post-2015 Millennium Development Goals pada 2013–2014. Pada periode yang sama, ia juga menjabat sebagai Presiden Komisaris Amesti Energi Nusantara.

Pada November 2014, Darmawan bergabung dengan Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang dipimpin Faisal Basri. Setahun kemudian, ia masuk ke pemerintahan sebagai Deputi I Bidang Pengendalian Pembangunan, Monitoring, dan Evaluasi Program Prioritas di Kantor Staf Presiden untuk periode 2015–2019.

Saat itu, Darmawan sempat memiliki peluang menjadi anggota DPR RI melalui mekanisme Pergantian Antarwaktu (PAW) untuk mengisi posisi Puan Maharani yang ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Namun, ia memilih melanjutkan tugasnya di Kantor Staf Presiden.

Pada 2018–2019, Darmawan dipercaya menjadi Komisaris PLN. Kariernya di perusahaan tersebut berlanjut ketika ia diangkat sebagai Wakil Direktur Utama PLN berdasarkan keputusan Menteri BUMN selaku Rapat Umum Pemegang Saham pada 23 Desember 2019.

 

Mendorong Transformasi

Darmawan Prasodjo mengakhiri masa jabatannya sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero). (Dok PLN)

Sekitar dua tahun kemudian, Darmawan dipercaya memimpin PLN sebagai direktur utama. Dalam posisi tersebut, ia mengemban tanggung jawab untuk mengelola perusahaan sekaligus mendorong transformasi di sektor ketenagalistrikan.

Pergantian kepemimpinan pada Oktober 2026 menandai berakhirnya masa tugas Darmawan sebagai Dirut PLN. Berdasarkan keterangan Andi Arief, tidak ada perubahan lain dalam jajaran direksi selain pergantian direktur utama.

Suroso Isnandar untuk sementara juga masih merangkap jabatan sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan hingga ditetapkan penggantinya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya