Transaksi QRIS di Arab Saudi Ditargetkan Mulai Berjalan 2027

ASPI terus menggenjot pengembangan teknis konektivitas QRIS lintas negara, dengan menargetkan Arab Saudi dapat beroperasi pada 2027 mendatang.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 14 Oktober 2026, 14:10 WIB
Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Santoso dalam acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (14/10/2026). (Liputan6.com/Tian)

Liputan6.com, Jakarta - Pengembangan teknis sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di kawasan Timur Tengah terus berjalan. Arab Saudi menjadi salah satu negara target konektivitas pembayaran antarnegara (cross-border) yang dibidik untuk beroperasi pada 2027.

Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Santoso mengatakan, pengembangan teknis bersama sejumlah mitra di Timur Tengah saat ini tengah berlangsung. Meski demikian, implementasinya tetap bergantung pada kesiapan sistem dan tahap pengujian operasional.

"Middle East juga sedang technical development," ujar Santoso usai acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Santoso menilai Arab Saudi sebagai salah satu pasar yang cukup menjanjikan untuk implementasi pada 2027. ASPI berharap pengujian teknis dapat memastikan konektivitas pembayaran berjalan mulus sebelum resmi diluncurkan secara publik.

"Arab Saudi kita jauh lebih optimistis di tahun depan kita pikir akan berjalan," kata Santoso.

Selain Timur Tengah, ASPI juga tengah menggenjot konektivitas QRIS dengan Hong Kong dan Timor Leste. Hong Kong berpeluang terhubung pada akhir 2026, sedangkan Timor Leste ditargetkan memasuki tahap uji coba (sandbox) pada November 2026 sebelum beroperasi penuh pada awal 2027.

Sementara itu, pengembangan QRIS dengan India masih menghadapi proses negosiasi dan pembahasan persyaratan teknis meski pembahasannya telah dimulai sejak dua tahun lalu. Santoso menyampaikan bahwa ASPI belum dapat memastikan tenggat implementasi dengan India lantaran pengembangan teknisnya belum dimulai secara komprehensif.

Transaksi QRIS Antarnegara Tembus Rp 6,2 Triliun, Pengguna Utama Turis Asing

Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni Primanto Joewono mengungkapkan bahwa perhitungan batasan Rp 100.000 ini sudah dihitung dengan data yang dikumpulkan BI. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya