Kuasa Hukum Ruben Onsu Soroti CCTV yang Perlihatkan Sarwendah, Singgung Dugaan Niat Terselubung

Kuasa hukum Ruben Onsu soroti CCTV yang memperlihatkan Sarwendah dan dugaan niat terselubung di baliknya. Simak tanggapan soal rekaman dan gugatan hak asuh!

oleh Renisya Satya PutriDiterbitkan 14 Oktober 2026, 12:03 WIB
Ruben Onsu

Liputan6.com, Jakarta - Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menanggapi rekaman CCTV yang memperlihatkan Sarwendah dalam sebuah pertemuan. Rekaman tersebut sebelumnya diunggah Ruben ke media sosial dan menjadi perhatian netizsn di tengah persoalan rumah tangga serta gugatan hak asuh anak yang bergulir.

Minola menyoroti sejumlah hal dalam rekaman tersebut, mulai dari adanya pertemuan hingga penyerahan uang yang disebut sebagai pengganti biaya transportasi. Menurutnya, rangkaian peristiwa itu menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam melihat persoalan dari sudut pandang hukum.

"Di sini dikatakan, di dalam video itu, 'saya diundang'. Ah, jadi dia menjelaskan, mungkin CCTV yang diunggah oleh RO. Ya. Dengan penjelasan-penjelasan, bagaimana peristiwa pertemuan tersebut, berawal dari apa, dan sebagainya, dan sebagainya, ya," ujar Minola Sebayang saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (12/10/2026).

"Tapi, apapun namanya, kalau kita lihat tayangan yang ditayangkan CCTV tersebut, kan memang ada satu narasi, eh, 'saya punya...' apa bahasanya, saya lupa itu. 'Sudah punya niat' gitu, ya. Atau apa gitu, ya. Si A itu kan ngomong seperti itu. Berarti kan ini sudah ada mens rea-nya masuk. Ya. Sudah ada niat gitu, ya, sudah ada keinginan, gitu lho. Ya," sambungnya.


Pemberian Uang dalam Pertemuan

Ruben Onsu (Kapanlagi.com/Fikri Alfi Rosyadi)

Minola kemudian menyinggung soal uang yang disebut diberikan dalam pertemuan tersebut. Ia menilai, apa pun istilah yang digunakan untuk menyebut pemberian itu, tetap ada pembayaran yang terjadi dalam rangkaian peristiwa tersebut.

"Dan kemudian, masalah pembayaran, tidak dipungkiri ada pembayaran. Karena dikatakan 'pengganti transportasi', apapun namanya kan itu pembayaran. Ya. Kalaupun dikatakan bahwa ternyata hasil video yang diberikan oleh A itu, setelah dipikir tidak akan digunakan dalam, eh, gugatan hak asuh anak, karena menurutnya tidak ada relevansinya lagi karena sudah tidak terikat suami istri lagi, tapi tetap pada akhirnya itu diunggah. Dan digunakan," ujar Minola.


Tidak Relevan dengan Gugatan Hak Asuh Anak

Ia juga menyoroti alasan bahwa rekaman tersebut dianggap tidak lagi relevan dengan gugatan hak asuh anak. Menurut Minola, hal yang menjadi persoalan bagi pihak Ruben adalah rekaman itu tetap diunggah ke media sosial meskipun disebut tidak akan digunakan dalam gugatan tersebut.

Lanjut Baca:

"Ya, jadi kalau dari sisi hukumnya, mens rea-nya ada. Ada pertemuan, ada pembayaran, ada pembicaraan, ada penyerahan, materi, yang kemudian diputuskan ini tidak relevan karena sudah tidak terikat dalam perkawinan lagi, tapi kemudian ini digunakan. Tanpa mengaburkan wajah klien kami," katanya. "Dipublikasikan tanpa izin. Merekamnya aja salah tanpa izin, apalagi mempublikasikannya tanpa izin. Apapun alasannya, ini sesuatu hal yang menurut klien kami sudah mencemarkan nama baik dan martabatnya, ya. Dan ini adalah suatu perbuatan melawan hukum," sambungnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya