Ekspor Tenun Ikat Indonesia Naik 150%, Ulos Dibidik Tembus Pasar Global

Menperin Sarmuji mendorong diversifikasi produk ulos sehingga terus berkembang dan memberikan manfaat untuk ekonomi masyarakat.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 14 Oktober 2026, 08:30 WIB
Klaster Usaha Rumah Ulos di Tarutung, Sumatera Utara.

Liputan6.com, Jakarta - Ekspor tenun ikat Indonesia mencapai US$ 34 ribu pada semester I 2026, melonjak 150% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 13,6 ribu. Kementerian Perindustrian mendorong pengembangan tenun ulos untuk memperluas pasar internasional dan meningkatkan nilai ekonomi perajin.

Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menilai diversifikasi produk ulos menjadi fesyen, aksesori, dekorasi interior, dan cenderamata dapat memperluas konsumen sekaligus meningkatkan pendapatan industri kecil dan menengah (IKM).

“Kita tidak cukup hanya menjaga agar ulos tetap ada, tetapi juga harus memastikan agar ulos tetap hidup, digunakan, berkembang, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang menjaganya,” ujar Sarmuji di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Sepanjang 2025, nilai ekspor tenun ikat Indonesia tercatat sebesar US$ 88 ribu. Namun, angka tersebut mencakup seluruh produk tenun ikat Indonesia dan bukan khusus tenun ulos.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2020, Sumatera Utara memiliki 43 sentra tenun ulos yang tersebar di sejumlah daerah, termasuk Tapanuli Utara, Toba, Samosir, dan Simalungun. Sentra tersebut menjadi basis pengembangan produksi dan perluasan pasar bagi para perajin.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian Reni Yanita mengatakan, industri tenun tradisional masih menghadapi tantangan regenerasi perajin, keberlanjutan keterampilan menenun, inovasi desain, dan peningkatan kualitas produk.

“Kementerian Perindustrian berkomitmen penuh untuk terus memperkuat ekosistem industri ulos melalui sejumlah program pengembangan dan pembinaan, seperti penguatan SDM dan kewirausahaan melalui pelatihan, webinar, talkshow, serta penumbuhan wirausaha baru IKM,” kata Reni.

Pemerintah juga mendorong perlindungan produk khas daerah melalui sertifikasi Indikasi Geografis. Salah satu produk yang telah memperoleh sertifikat tersebut adalah Tenun Ulos Ragidup Silindung dari Tapanuli Utara.

Kementerian Perindustrian berharap penguatan keterampilan perajin, inovasi produk, dan perlindungan kekhasan daerah dapat meningkatkan daya saing ulos serta memperluas kontribusi IKM tenun terhadap perekonomian masyarakat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya