Harga Minyak Hari Ini Beragam, Pasar Cermati Pasokan Rusia

Harga minyak Brent melemah tetapi masih di kisaran US$ 105 per barel di tengah investor menimbang pasokan energi Rusia ke pasar global.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 14 Oktober 2026, 07:44 WIB
Ilustrasi Harga Minyak Dunia Hari Ini. Foto: AFP

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak mentah dunia bervariasi pada perdagangan Selasa, 13 Oktober 2026. Pergerakan harga minyak itu di tengah investor menimbang prospek masuknya lebih banyak pasokan energi Rusia ke pasar global, sementara kekhawatiran mengenai konflik Saudi-Houthi membatasi penurunan harga.

Mengutip CNBC, Rabu (14/10/2026), harga minyak Brent turun 96 sen dan ditutup ke level US$ 105,69 per barel. Sedangkan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 40 sen dan ditutup di US$ 94,14.

Pada Senin, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membela keputusan pemerintahannya untuk melonggarkan sementara pembatasan pasokan solar Rusia meski ada kritik dari anggota parlemen AS dari kedua partai yang memperingatkan langkah itu dapat melemahkan sanksi yang dijatuhkan akibat perang Rusia di Ukraina.

Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump menyatakan Uni Eropa telah menghabiskan miliaran dolar AS untuk impor energi Rusia dan menegaskan ia telah mengambil keputusan yang tepat bagi rakyat AS. Kesepakatan tersebut memungkinkan Rusia memasok solar ke pasar AS dan pasar global selama enam bulan.

Goldman Sachs menyatakan tambahan pasokan solar Rusia kemungkinan tidak akan secara signifikan meredakan tekanan pada harga bahan bakar global. Bank tersebut memperkirakan peningkatan pasokan sebesar 800.000 metrik ton setara dengan sekitar 6 juta barel hanya akan menurunkan harga grosir diesel di wilayah Gulf Coast AS dan Eropa sebesar US$ 1 hingga US$ 2 per barel.

Dalam catatan yang diterbitkan Senin, bank tersebut menyoroti gangguan operasional kilang minyak Rusia melonjak sebesar 3 juta barel per hari dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga membatasi kemampuan Moskow untuk meningkatkan produksi.

 

Prediksi Goldman Sachs

Tampak dalam foto, harga bensin yang melebihi 8 delapan dolar AS per galon tertera di sebuah SPBU Chevron di Los Angeles, California, pada 28 April 2026. (Frederic J. BROWN/AFP)

Pasar solar global masih berada di bawah tekanan berat, menurut Goldman Sachs, persediaan di AS turun 14% dibandingkan tahun sebelumnya dan stok yang tercatat di China turun 11%.

Bank tersebut mengaitkan kelangkaan ini dengan penurunan produksi diesel global selama tujuh bulan berturut-turut, di mana ekspor melalui jalur laut turun sebesar 1,4 juta barel per hari, atau 20%, secara tahunan (year-on-year).

Kelompok militan Houthi yang didukung Iran di Yaman menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, pada Sabtu, serangan yang menandai eskalasi besar ini mengakibatkan 12 orang tewas dan lebih dari 300 orang terluka.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya