Kereta Api Anjlok di Pakistan, 5 Orang Tewas dan 30 Terluka

Insiden tragis menimpa kereta api di Punjab, Pakistan, menyebabkan 5 korban jiwa dan 30 luka-luka.

oleh Septian DenyDiterbitkan 14 Oktober 2026, 10:30 WIB
Ilustrasi kecelakaan kereta. (AP Photo/Arshad Butt)

Liputan6.com, Islamabad - Sedikitnya lima orang tewas dan 30 lainnya terluka setelah kereta penumpang Rehman Baba Express anjlok di Provinsi Punjab, Pakistan bagian timur, Selasa pagi. Anadolu melaporkan, seluruh 14 gerbong kereta tersebut dilaporkan keluar dari rel dalam kecelakaan di dekat Jembatan Sher Shah, Multan.

Dikutip dari Geo News, laporan tersebut mengutip keterangan polisi dan petugas penyelamat setempat.

Kereta itu sedang dalam perjalanan dari kota pelabuhan Karachi di Pakistan selatan menuju Peshawar di wilayah barat laut ketika kecelakaan terjadi sekitar pukul 05.15 waktu setempat atau 00.15 GMT, menurut keterangan seorang penumpang.

Tim penyelamat segera dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban. Para penumpang yang terluka kemudian dibawa ke Rumah Sakit Nishtar di Multan untuk mendapatkan perawatan medis.

Petugas mengatakan 13 gerbong telah berhasil dievakuasi dari lokasi kecelakaan. Sementara itu, operasi penyelamatan masih berlangsung di satu gerbong lainnya.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut. Dia menginstruksikan pihak berwenang untuk mempercepat proses penyelamatan dan memastikan para korban luka segera mendapatkan perawatan medis.

Penyebab Kecelakaan Belum Diketahui

Seorang penumpang mengatakan para pekerja sempat memperbaiki mur dan baut pada gerbong kesembilan di dekat Rohri sebelum kereta anjlok.

Namun, pihak berwenang belum menetapkan penyebab kecelakaan tersebut.

Pakistan sebelumnya juga mengalami sejumlah kecelakaan kereta api yang menelan korban jiwa.

Pada Agustus 2023, sedikitnya 30 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka setelah kereta Hazara Express anjlok di dekat Nawabshah, Provinsi Sindh, Pakistan bagian selatan, menurut Geo News.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya