Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang mengangkut 296.232,52 ton semen dan bahan bakar minyak (BBM) sepanjang Januari hingga September 2026. Capaian ini menunjukkan peran strategis kereta api dalam mendukung distribusi logistik dan pasokan kebutuhan industri di Lampung dan sekitarnya.
Angkutan tersebut mencakup tiga komoditas non-batu bara, yakni semen zak, semen curah, dan BBM. Dari total volume tersebut, semen zak menjadi komoditas dengan volume angkutan terbesar yang mencapai 153.360 ton.
Advertisement
Sementara itu, angkutan semen curah tercatat sebanyak 44.072,32 ton dan BBM mencapai 98.800,20 ton. Ketiga komoditas tersebut menjadi bagian dari layanan angkutan barang KAI Divre IV Tanjungkarang untuk mendukung kelancaran rantai pasok di wilayah Lampung.
Layanan angkutan barang ini melibatkan sejumlah mitra usaha strategis, di antaranya PT Semen Baturaja Tbk, PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik), dan PT Pertamina (Persero).
Manager Humas KAI Divre IV Tanjungkarang Azhar Zaki Assjari mengatakan, layanan angkutan barang KAI tidak hanya berfokus pada komoditas batu bara, tetapi juga mencakup berbagai komoditas strategis yang dibutuhkan masyarakat dan dunia usaha.
“Dukungan terhadap logistik nasional tidak hanya dilakukan melalui angkutan batu bara, tetapi juga pengangkutan berbagai komoditas yang dibutuhkan masyarakat dan industri. Hingga September 2026, angkutan semen zak, semen curah, dan BBM di wilayah Divre IV Tanjungkarang mencapai lebih dari 296 ribu ton,” ujar Zaki, Selasa (13/10/2026).
Peluang Kerja Sama
Ia menjelaskan, kereta api memiliki peran vital dalam menghubungkan pusat produksi dengan titik distribusi dan kawasan yang membutuhkan pasokan barang secara efisien. Layanan dengan jadwal perjalanan terencana serta kapasitas angkut yang memadai dinilai mampu mendukung efisiensi distribusi.
"Untuk menjaga keandalan layanan, KAI Divre IV Tanjungkarang memperkuat koordinasi dengan mitra usaha dan unit terkait. Kesiapan sarana dan prasarana, pengaturan perjalanan kereta, serta penerapan standar operasional dan keselamatan menjadi perhatian utama dalam proses pengangkutan," terangnya.
Zaki menambahkan bahwa KAI terus membuka peluang kerja sama dengan pelaku industri dan dunia usaha yang membutuhkan layanan distribusi barang berbasis kereta api.
“Kami terbuka terhadap peluang kerja sama dengan pelaku industri dan dunia usaha. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, kami berharap pemanfaatan kereta api untuk distribusi beragam komoditas dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi sistem logistik nasional,” tambahnya.
KAI Divre IV Tanjungkarang berkomitmen untuk terus mengoptimalkan angkutan barang dan memperluas sinergi dengan para mitra usaha.
"Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi distribusi, menjaga kesinambungan pasokan, serta memperkuat konektivitas logistik yang mendukung pertumbuhan ekonomi di Lampung maupun secara nasional," pungkasnya.