Elon Musk Kucurkan Rp 4,9 Triliun ke Partai Republik, Terbesar di Pemilu Paruh Waktu

Sumbangan miliarder Elon Musk terhadap politik pada 2025-2026 lebih besar dibandingkan 2024.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 13 Oktober 2026, 20:20 WIB
Elon Musk. (Patrick Pleul/Pool via AP, File)

Liputan6.com, Jakarta - CEO Tesla sekaligus miliarder Elon Musk telah menyumbang lebih dari US$ 276 juta atau Rp 4,94 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.930 kepada berbagai kelompok Partai Republik sejak Juli 2026. Data yang terungkap itu menjadikan Elon Musk sebagai donatur terbesar yang diketahui untuk pemilihan paruh waktu atau pemilu paruh waktu 2026, di tengah upaya partai itu mempertahankan dominasi mayoritas di Washington pada November 2026.

Mengutip CNBC, Selasa (13/10/2026), sebagian besar dana itu sebesar US$ 158 juta atau Rp 2,83 triliun disalurkan ke Senate Leadership Fund, sebuah super PAC utama yang mendukung kandidat Senat dari Partai Republik. Angka ini diperoleh dari data yang disampaikan perwakilan Musk kepada The New York Times dan dikonfirmasi juru bicara America PAC milik Elon Musk kepada CNBC.

CEO Tesla dan SpaceX ini juga menyumbangkan lebih dari US$ 76 juta atau Rp 1,36 triliun kepada Ameica PAC, kelompok yang ia dirikan selama pemilihan umum 2024.

Kelompok ini telah membangun operasi besar-besaran untuk mendorong partisipasi pemilih dalam persaingan ketat di pemilihan Senat dan DPR.

Kontribusi baru ini menjadikan total sumbangan politik tingkat federal yang diketahui dari Musk untuk siklus 2025-2026 mencapai sekitar US$ 366 juta atau Rp 6,56 triliun, melampaui angka sekitar US$ 290 juta atau Rp 5,19 triliun yang ia keluarkan selama pemilihan presiden 2024.

Besaran sumbangan terbaru ini mencatat sejarah: kontribusi US$ 158 juta atau Rp 2,83 triliun dari Musk kepada Senate Leadership Fund merupakan salah satu donasi politik terbesar yang pernah dilakukan oleh seorang individu dalam sejarah Amerika Serikat.

Angka-angka baru ini diungkapkan beberapa hari menjelang tenggat waktu pelaporan ke Komisi Pemilihan Umum Federal (FEC) pada Kamis, saat komite-komite politik diwajibkan melaporkan keuangan kuartal ketiga mereka.

 

 

Pengeluaran Dana Musk

Elon Musk menyimak saat Presiden AS Donald Trump berbicara dalam konferensi pers di Kantor Oval Gedung Putih, 30 Mei 2025, di Washington. (Foto AP/Evan Vucci, Arsip)

Senate Leadership Fund telah mengeluarkan dana dalam jumlah besar pada siklus ini untuk mempertahankan mayoritas Partai Republik, termasuk di Texas, tempat Jaksa Agung dari Partai Republik, Ken Paxton, bersaing melawan politisi Demokrat, James Talarico. Talarico unggul atas Paxton dengan perolehan 48,4% berbanding 45,0% berdasarkan rata-rata jajak pendapat FiftyPlusOne per 12 Oktober.

Secara terpisah, Musk menyumbangkan US$ 10 juta atau Rp 179,27 miliar kepada Lone Star Liberty PAC, yang mendukung Paxton. Ia juga berkontribusi sebesar US$ 20 juta atau Rp 358,55 miliar kepada Congressional Leadership Fund, super PAC utama yang mendukung anggota DPR dari Partai Republik serta US$ 10 juta kepada Republican Governors Association dan US$ 2 juta kepada Republican Attorneys General Association. informasi ini dilaporkan oleh The New York Times dan dikonfirmasi oleh Curnutte.

Jejak sang triliuner di Texas telah meluas dengan pesat dalam beberapa tahun terakhir, Tesla, X, dan The Boring Company kini berkantor pusat di negara bagian tersebut, sementara SpaceX terus mengembangkan operasi manufaktur dan peluncurannya di sana.

 

Perubahan Sikap Musk

Elon Musk, CEO Tesla, Wakil Ketua Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) yang baru diumumkan, tiba di Capitol Hill bersama putranya pada 05 Desember 2024 di Washington, DC. (Dok: Anna Moneymaker/AFP)

Langkah terkait pengeluaran dana politik ini juga merupakan perubahan sikap yang drastis dibandingkan dengan pernyataan publik Musk tahun lalu.

"Terkait pengeluaran dana politik, saya akan jauh lebih membatasinya di masa mendatang," ujar Musk pada Mei 2025.

Saat itu, Musk sedang menarik diri setelah memegang peran yang sangat mencolok dalam pemerintahan Presiden Donald Trump dan sempat mengalami keretakan hubungan secara terbuka dengan sang presiden. Sejak saat itu, keduanya telah memperbaiki hubungan dan tampil bersama dalam beberapa acara baru-baru ini.

Musk juga memiliki hubungan erat dengan pemerintah federal melalui SpaceX, kontraktor utama bagi NASA dan Pentagon. Bulan lalu, Menteri Pertahanan Pete Hegseth juga menunjuknya sebagai salah satu direktur Project Meridian, sebuah panel Pentagon yang mengkaji masa depan peperangan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya