Liputan6.com, Jakarta - Pengelola Bandara Sultan Baabullah Ternate, Maluku Utara, terus bersiap menghadapi risiko keselamatan penerbangan akibat maraknya kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Fenomena ini menyebabkan jarak pandang terus menyusut dalam beberapa hari terakhir.
Jarak pandang yang sempat menyentuh tiga kilometer pada Minggu (11/10) merosot drastis menjadi 1,5 kilometer pada Senin (12/10). Kondisi ini berdampak langsung pada kelancaran lalu lintas udara di kawasan tersebut.
Advertisement
Kepala Pelaksana Harian Bandara Sultan Baabullah Ternate Zainal Abidin di Ternate, Selasa, menegaskan komitmen pengelola dalam menjaga keamanan operasional.
"Keselamatan penerbangan menjadi prioritas dalam kondisi jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah ini," katanya dikutip Antara, Selasa (13/10/2026).
Pesawat Gagal Mendarat
Terbatasnya pandangan membuat sejumlah pesawat gagal mendarat dan harus dialihkan ke lokasi lain, seperti Bandara Sam Ratulangi Manado di Sulawesi Utara serta bandara di Gorontalo. Penerbangan keberangkatan dari Jakarta dan Makassar pun tak luput dari penundaan. Sedikitnya ada empat maskapai yang terganggu sejak Minggu, yaitu Lion Air, Batik Air, Sriwijaya Air, dan Garuda Indonesia.
Zainal berharap, kondisi kabut asap segera membaik agar aktivitas penerbangan dari dan menuju Ternate dapat kembali normal.
Hingga laporan terbaru diterima, kabut asap tebal masih bertahan dengan jarak pandang tersisa sekitar 1,2 kilometer, membuat seluruh aktivitas penerbangan lumpuh total. Di terminal penumpang Bandara Sultan Baabullah, ratusan calon penumpang tujuan Jakarta, Makassar, dan Manado terpaksa menanti kejelasan jadwal keberangkatan mereka.