Liputan6.com, Jakarta - Benidictus Siregar atau lebih dikenal Benidictivity kini punya peran utama pertama di film drama. Komedian yang akrab disapa Beni itu memerankan karakter Ale dalam Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati. Ia berbagi cerita soal peran barunya saat peluncuran trailer dan video musik film.
Memerankan Ale memberi Beni perspektif baru tentang kehidupan. Ia mulai memahami bahwa persoalan psikologis yang sebelumnya sulit dibayangkan ternyata bisa dialami banyak orang.
Advertisement
Hal itu juga berlaku bagi orang yang tidak memperlihatkan pergulatan batinnya kepada siapa pun. Meski begitu, Beni mengaku tidak langsung percaya diri saat tahu dirinya mendapat peran ini.
"Jujur saya takut diketawain, sumpah. Itu pikiran pertama saya," ujar Benidictus Siregar saat ditemui di Plaza Senayan XXI, Jakarta, Senin (12/10/2026).
Ketakutan itu muncul karena selama ini Beni dikenal lewat komedi. Ia khawatir penonton tidak bisa menerimanya di film drama. Rasa gugup itu bahkan sudah ada sebelum ia menjalani casting.
"Ketika casting itu, bahkan sebelum nyampe ke tempatnya, di pikiran saya adalah, 'Kayaknya kalau aku enggak dapat peran ini, hidupku lebih tenang deh kayaknya'," katanya.
Senang
Beni sadar peran utama membawa tanggung jawab besar. Meski begitu, kabar bahwa ia terpilih tetap membuatnya senang. Perasaan itu berbeda dari kecemasan yang ia rasakan sebelumnya.
"Sampai sedeg-degan itu. Karena kalau aku dapat, berarti ada beban dan kewajiban yang harus aku selesaikan kan. Tapi ketika mendapatkan perannya, jujur happy banget," jelasnya.
Ternyata Melampaui Harapannya
Kecemasan itu mulai hilang saat proses syuting berjalan. Beni menyebut suasana di lokasi membuatnya nyaman bekerja. Menurutnya, pemain dan kru sama-sama ramah.
"Aku terima kasih banget, enggak tahu kenapa produksi ini adalah produksi yang paling menyenangkan yang pernah aku jalani. Enggak cuma dari pemainnya, krunya juga semuanya soft-spoken. Enggak ada teriakan sama sekali di lokasi," katanya.
Saat melihat trailer filmnya, Beni merasa hasilnya melampaui harapannya. Ia pun menyampaikan rasa syukur atas kesempatan tersebut.
"Kayaknya Tuhan terlalu baik deh. Masih enggak percaya. Terlalu melewati impian saya," pungkasnya.
Film garapan Kuntz Agus ini diproduksi Sinergi Pictures dan Ben Film. Nia Dinata menjadi ko-produser, sedangkan skenarionya ditulis Alim Sudio. Filmnya dijadwalkan tayang di bioskop pada 12 November 2026.