Liputan6.com, Jakarta - DKI Jakarta memiliki 37 bus sekolah khusus anak-anak disabilitas sebagai bentuk pelayanan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus.
"Kami sudah menyiapkan 37 unit bus sekolah ramah disabilitas, bus yang hanya untuk disabilitas, tidak untuk umum," kata Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam acara di Jakarta pada Sabtu (10/10/2026).
Advertisement
"Dan ada 10 rute untuk anak-anak keluarga disabilitas," kata Pramono.
Pramono mengatakan berdasarkan Perda DKI Nomor 4 tahun 2022, penyandang disabilitas harus dilindungi dan dipenuhi haknya.
"Sesuai dengan peraturan gubernur pemerintah DKI Jakarta yang ada, nomor 4 tahun 2022, sebenarnya di Jakarta ini harusnya memberikan ruang fasilitas yang cukup bagi anak-anak ini," ujar Pramono.
Menurutnya, Jakarta adalah kota dengan pendidikan paling inklusif dan berkeadilan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Indonesia. Selain menyediakan bus sekolah khusus disabilitas, di ibu kota juga ada 88 Sekolah Luar Biasa (SLB).
"Sekarang ini ada 88 Sekolah Luar Biasa, yakni 13 sekolah luar biasa negeri dan 75 sekolah luar biasa swasta," katanya.
Peluang Beasiswa Bagi Penyandang Disabilitas dan ABK
Melalui skema Kartu Mahasiswa Jakarta Unggu (KJMU), Pemprov DKI Jakarta telah membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk menempuh pendidikan hingga ke jenjang tertinggi.
"Kalau anak-anak ini memang ingin kuliah sampai dengan S1, bahkan S2, bahkan sampai S3, maka pemerintah DKI Jakarta punya yang namanya KJMU, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul," ucapnya.
Selain itu, anak berkebutuhan khusus (ABK) yang memenuhi kriteria punya peluang meraih beasiswa program Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) Jakarta. Program beasiswa kerja sama antara pemerintah DKI Jakarta dengan pusat ini bakal berjalan pada 2027.
"Jakarta mulai tahun depan ada yang namanya LPDP Jakarta. Jumlahnya antara 50-75, dan saya ingin diantara anak ini ada untuk anak berkebutuhan khusus," katanya.
Tak hanya itu, pihaknya juga telah mengirim 120 anak disabilitas bersama orang tua dan pelatih mereka menuju Kupang untuk olimpiade anak-anak berkebutuhan khusus.
"Pesan saya hanya satu. Anak-anak ini, berilah kesempatan untuk menampilkan apapun itu dan memberikan kebanggaan bagi orang tua, bagi keluarga, dan tentunya bagi Jakarta, apapun itu," pesan Pramono.