Penonton MotoGP Pecah Rekor, InJourney: Dorong Ekonomi dan UMKM

Penonton MotoGP Mandalika 2026 naik 12,5% hingga tembus rekor baru. InJourney pastikan dampaknya nyata bagi ekonomi dan UMKM lokal.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 13 Oktober 2026, 12:53 WIB
MotoGP Mandalika. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sukses mencatatkan rekor baru. Sepanjang rangkaian acara, tercatat sebanyak 157.875 pasang mata hadir memadati Sirkuit Mandalika. Angka ini melonjak 12,5% dibanding gelaran tahun 2025 yang meraih 140.324 penonton, sekaligus membuktikan betapa besarnya antusiasme masyarakat terhadap MotoGP Mandalika.

Di lintasan balap, pertarungan sengit tersaji di setiap kelas. Marco Bezzecchi keluar sebagai kampiun di kelas utama MotoGP. Sementara itu, Izan Guevara berhasil mengamankan podium tertinggi di kelas Moto2, dan Maximo Quiles memenangi balapan Moto3 sekaligus mengunci gelar Juara Dunia Moto3 2026 di Mandalika.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengungkapkan bahwa pencapaian ini menegaskan daya pikat Mandalika sebagai destinasi sport tourism tingkat dunia, sekaligus membuktikan kapasitas Indonesia dalam menggelar mega event berskala global.

"Rekor jumlah penonton ini bukan sekadar tentang angka. Ini adalah kebanggaan Indonesia. Kita membuktikan bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah ajang olahraga kelas dunia sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. MotoGP Mandalika harus terus menjadi momentum untuk menggerakkan ekonomi lokal, memperkuat UMKM, menciptakan lapangan kerja, dan membawa nama Indonesia semakin dikenal dunia," ujar Maya dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10/2026).

Atmosfer kebanggaan publik kian lengkap lewat aksi dua talenta muda tanah air. Veda Ega Pratama sukses finis di posisi keenam di kelas Moto3, sedangkan Mario Suryo Aji merampungkan balapan Moto2 di urutan ke-20. Laju keduanya menjadi legacy berharga dalam memupuk ekosistem motorsport nasional serta memantik semangat generasi penerus untuk bersaing di panggung internasional.

Sebagai holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, InJourney bersama ITDC dan MGPA terus memperkuat fondasi Mandalika lewat pengembangan destinasi, peningkatan konektivitas, hingga pelibatan aktif masyarakat dan pelaku usaha setempat.

Pada gelaran 2025 lalu, ajang ini melibatkan lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal dan 600 UMKM, dengan estimasi dampak ekonomi nasional mencapai Rp4,96 triliun. Catatan tersebut menjadi tolok ukur penting untuk penyelenggaraan 2026, seiring dengan melonjaknya jumlah penonton serta perputaran ekonomi selama rangkaian acara tahun ini.

"Bagi kami, keberhasilan MotoGP tidak berhenti ketika bendera finish dikibarkan. Legacy yang ingin dibangun adalah ketika semakin banyak wisatawan datang ke Mandalika, semakin banyak UMKM tumbuh, semakin banyak lapangan kerja tercipta, dan semakin kuat posisi Indonesia di peta pariwisata dunia. Inilah bagaimana MotoGP menjadi bagian dari perjalanan Indonesia Mendunia," kata Maya.

Hasil Kolaborasi Lintas Sektor

Penonton MotoGP Mandalika. (Istimewa)

Pada kesempatan yang sama, Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Troy Warokka, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah bersinergi demi kelancaran acara, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, kementerian/lembaga, aparat keamanan, sponsor, komunitas, pelaku UMKM, relawan, hingga masyarakat Nusa Tenggara Barat.

"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Penyelenggaraan ajang sebesar ini membutuhkan koordinasi dan kerja sama yang erat dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, mitra penyelenggara, hingga masyarakat yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan di kawasan Mandalika," tutur Troy.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor ini menjadi modal berharga untuk terus memoles kualitas acara internasional di The Mandalika. Selain menjamin kelancaran balapan, MotoGP juga difungsikan untuk mengoptimalkan pemanfaatan kawasan, memperluas keterlibatan usaha lokal, serta membocorkan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Troy menambahkan, pengalaman dari gelaran tahun ini menjadi bahan evaluasi penting untuk pembenahan di masa mendatang, baik dalam aspek koordinasi, kesiapan operasional, maupun pelibatan publik.

"Kami ingin setiap penyelenggaraan MotoGP di Mandalika memberikan nilai tambah yang semakin besar, tidak hanya bagi kawasan dan industri pariwisata, tetapi juga bagi masyarakat NTB. Karena itu, sinergi yang telah terbangun perlu terus dijaga agar manfaat penyelenggaraan event internasional dapat dirasakan secara berkelanjutan," tutup Troy.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya