Liputan6.com, Jakarta - PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), perusahaan tercatat atau emiten milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam memberikan penjelasan kepada bursa mengenai aksi gadai saham PGUN dan PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) yang dilakukan pengendali kepada Bank Mandiri.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin, (12/10/2026), pemegang saham pengendali JARR yakni PT Eshan Agro Sentosa menggadaikan saham kepada Bank Mandiri yang dilakukan pada 30 September 2026. Demikian juga pengendali saham PGUN yakni PT Araya Agro Lestari (AAL), PT Citra Agro Raya (CAR) untuk menggadaikan saham sebagai pengikatan jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh perseroan. Selain itu, PT Baramega Citra Mulia Persada (BCMP), pemegang saham di atas 5% juga menggadaikan 100% saham PGUN.
Advertisement
Direktur PT Pradiksi Gunatama Tbk, Tamlikho menuturkan, perseroan tidak mengetahui secara detil rincian fasilitas kredit itu karena debitur yang mengajukan fasilitas kredit yakni PT Jhonlin Baratama dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Adapun PT Jhonlin Baratama merupakan afiliasi perseroan. Di mana terdapat hubungan afilasi antara pemegang saham CAR dan AAL yakni Jhony Saputra yang juga menjabat sebagai komisaris di PT Jhonlin Baratama. Ia mengatakan, perseroan juga tidak ikut memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee), menjaminkan aset atau memberikan dukungan lain atas fasilitas itu.
Perseroan mengatakan, tidak ada dana dari kredit itu akan mengalir ke perseroan. “Tidak ada dana dari fasilitas kredit tersebut akan mengalir ke perseroan, baik dalam bentuk pinjaman pemegang saham, penyetoran modal, maupun pembiayaan rencana usaha atau aksi korporasi perseroan,” ujar dia.
Selain itu, tidak ada imbalan yang diberikan perseroan kepada AAL, CAR dan BCMP atas penjaminan saham itu.
Perseroan juga menyebutkan, saham yang digadaikan itu juga sebelumnya belum pernah dijaminkan kepada pihak lain, dan penjaminan ini bukan merupakan pengalihan atau pembiayaan kembali atas fasilitas sebelumnya.
Pengendali Emiten PGUN dan JARR Gadai Saham ke Bank Mandiri
Sebelumnya, pemegang saham pengendali emiten PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) dan PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) yang merupakan kelompok usaha milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam menggadaikan saham kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Aksi gadai saham itu merupakan jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh afiliasi perseroan dari Bank Mandiri.
Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis (8/10/2026), penandatanganan akta gadai saham milik PT Eshan Agro Sentosa yang merupakan pengendali PT Jhonlin Agro Raya Tbk dilakukan pada 30 September 2026.
Akta gadai saham itu bagian dari pengikatan jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh afiliasi perseroan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Jumlah saham yang digadai 100% dari total kepemilikan saham pengendali atau sebesar 7.997.556.204 saham. Tujuan transaksi ini sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh afiliasi perseroan.
Tidak Akibatkan Perubahan Pengendali
Perseroan menegaskan gadai saham itu tidak mengakibatkan perubahan pengendalian atas perseroan.
“PT Eshan Agro Sentosa tetap menjadi pengendali yang merupakan kelompok yang terorganisasi Perseroan, selain itu, transaksi gadai saham tersebut tidak menyebabkan dilusi kepemilikan saham dan tidak mengubah jumlah modal ditempatkan maupun modal disetor Perseroan,” demikian seperti ditulis Direktur Utama PT Jhonlin Agro Raya Tbk, Indra Irawan.
Selain itu, sejumlah pemegang saham pengendali PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) juga menandatangani akta gadai saham kepada Bank Mandiri pada 30 September 2026. Hal ini juga sebagai bagian dari pengikatan jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh perseroan dari Bank Mandiri. Pertama, PT Araya Agro Lestari sebagai pengendali saham PGUN menggadaikan 100% dari total kepemilikan saham pengendali atau sebesar 2.205.667.896 saham.
Kedua, PT Citra Agro Raya sebagai pengendali saham PGUN juga mengadaikan 100% dari total kepemilika saham pengendali atau sebesar 2.194.718.786 saham.
Ketiga, PT Baramega Citra Mulia Persada, pemegang saham di atas 5% berbentuk badan usaha menggadaikan 100% dari total kepemilikan saham atau sebanyak 900.000.250 saham PGUN.