Mentan Amran Endus Dugaan Mafia Pangan di Balik Anomali Harga Ayam hingga Beras

Mentan Amran dugaan praktik mafia pangan di balik anomali harga komoditas seperti ayam, telur, hingga minyak goreng yang merugikan peternak dan konsumen.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 12 Oktober 2026, 15:15 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi 2026 di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyoroti dugaan praktik mafia pangan di balik anomali harga sejumlah komoditas utama, mulai dari ayam, telur, beras, hingga minyak goreng. Ia meminta aparat penegak hukum menindak tegas dugaan permainan harga yang dinilai merugikan produsen maupun konsumen.

Amran menilai kondisi harga ayam dan telur saat ini sangat janggal. Pasalnya, para peternak mengeluhkan harga jual di tingkat produsen yang anjlok, sementara konsumen di pasar tetap harus membayar dengan harga tinggi. Situasi anomali ini terjadi meski stok pasokan pangan nasional dipastikan melimpah.

"Ini dulu kalau stok tidak ada, harga naik. Nah, sekarang lebih anomali benar, karena yang punya ayam, produsen ayam dan telur itu demo kemarin karena harga turun, hancur," kata Amran dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi 2026 di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).

Menurut Amran, harga ayam dan telur di tingkat peternak menyusut hingga di kisaran Rp 20.000, sedangkan harga di tingkat konsumen melambung tinggi mencapai Rp 40.000 hingga Rp 50.000. Ia menduga kuat adanya celah bermasalah dalam rantai distribusi yang memicu disparitas harga extrem tersebut.

"Selama tidak diberesi, ini kerja kita terus," tegasnya.

 

Minta Aparat Jerat Owner Perusahaan

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi 2026 di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).

Lebih lanjut, Amran menegaskan bahwa tindakan hukum harus menjangkau pemilik (owner) atau pihak pengendali utama perusahaan, tidak hanya berhenti di jajaran direksi. Ia menilai persoalan penimbunan atau permainan harga akan terus berulang jika pihak yang paling bertanggung jawab tidak tersentuh hukum.

"Yang dimasukkan cuma direksinya, Pak. Owner-nya tidak masuk, enggak kena. Dia ganti direksi aja," ujar Amran.

 

Masalah Beras Fortifikasi dan Minyak Goreng

Selain ayam dan telur, Mentan turut menyoroti kejanggalan pada beras fortifikasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, ditemukan dugaan ketidaksesuaian kandungan vitamin pada produk beras yang sejatinya ditujukan untuk membantu pemenuhan gizi masyarakat tersebut.

Tak hanya itu, Amran juga menyinggung gejolak harga minyak goreng di pasaran. Padahal, Indonesia berstatus sebagai salah satu negara produsen utama kelapa sawit dunia. Ia menekankan pentingnya pembenahan struktur pasar agar langkah pemerintah dalam mengendalikan inflasi berjalan efektif.

"Produsen terbesar di dunia kan kita, tapi harga naik turun, naik turun. Kan enggak benar. Ini pasarnya tidak sehat," tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya