Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan Mendes PDT Yandri Susanto marah karena warga desa belanja di toko kecil ketimbang Kopdes. Postingan itu beredar sejak akhir pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook pada 11 Oktober 2026. Dalam unggahannya terdapat foto Mendes Yandri dengan narasi:
Advertisement
"Orang desa itu maunya apa sudah di bilang belanja di koprasi kok masih di toko kecil. Orang desa itu harus nurut."
Akun itu menambahkan narasi:
"Ohhhh tidak bisa!!! Mending beli ke warung kecil bantu usahanya,
buat bertahan hidup daripada di kopdes yang Korupsi"
Lalu benarkah postingan Mendes PDT Yandri Susanto marah karena warga desa belanja toko kecil ketimbang Kopdes?
Penelusuran Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan tidak menemukan pernyataan Mendes PDT Yandri Susanto yang marah karena warga desa belanja di toko kecil ketimbang Kopdes.
Penelusuran dilanjutkan dan kami menemukan hoaks dengan foto serupa namun dengan narasi yang berbeda telah beredar sejak beberapa waktu lalu.
Mendes Yandri sendiri telah memberikan bantahannya yang disampaikan dalam website Kemendesa.go.id pada 1 Agustus 2026.
"Saya tidak pernah memberikan pernyataan itu, oleh karenanya masyarakat jangan percaya dengan informasi menyesatkan dan tidak berdasar itu," kata Yandri.
"Konten itu tidak benar, menyesatkan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Saya tegaskan isinya di luar dari tanggung jawab Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal," katanya menambahkan.
Menyikapi beredarnya berita bohong dan provokatif tersebut, Mendes Yandri telah menempuh jalur hukum untuk diproses oleh Kepolisian RI terhadap penyebaran konten-konten negatif di media sosial dengan muatan yang tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.
"Selalu gunakan prinsip 'Saring sebelum Sharing' dan verifikasi informasi atau kabar melalui saluran resmi Pemerintah," ujarnya.
Sumber:
https://kemendesa.go.id/berita/mendes-yandri-minta-masyarakat-waspadai-konten-medsos-yang-menyesatkan-id
Kesimpulan
Postingan Mendes PDT Yandri Susanto marah karena warga desa belanja toko kecil ketimbang Kopdes adalah hoaks.
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.