Liputan6.com, Jakarta - Seorang pria berusia 25 tahun dijatuhi hukuman penjara selama dua setengah tahun karena terlibat dalam penipuan SIM swap. Aksi kejahatan yang terjadi pada November 2021 tersebut membuat empat korban kehilangan aset kripto senilai £200.000 atau sekitar Rp 4,73 miliar (estimasi kurs sekitar £1 = Rp 23.660).
Menurut Kepolisian Kota London (City of London Police), Ajay Shinjin, yang juga dikenal dengan nama AJ Marley Cruz, menerima lebih dari £44.000 dari hasil kejahatan tersebut. Uang itu digunakan untuk membiayai liburan mewah ke Dubai, menyewa apartemen mahal, hingga membeli aksesori gigi berlapis emas.
Advertisement
Mengutip CoinMarketCap, Senin (12/10/2026), kasus ini bermula pada awal November 2021 ketika perusahaan telekomunikasi BT mendeteksi aktivitas tidak sah dalam sistemnya. Nomor telepon pelanggan diketahui dipindahkan ke kartu SIM yang dikendalikan pelaku kejahatan. Praktik ini dikenal sebagai SIM swapping atau penipuan SIM swap.
Dengan menguasai nomor telepon korban, pelaku dapat menerima kode verifikasi sekali pakai melalui SMS. Kode tersebut kemudian digunakan untuk mengakses rekening bank atau dompet kripto milik korban.
Empat Korban Kehilangan Kripto, Pelaku Terima £44.000
BT kemudian mengidentifikasi perangkat yang menerima pemindahan nomor telepon tersebut. Perangkat-perangkat itu mendukung eSIM dan memiliki dua nomor IMEI, yakni kode identifikasi unik untuk ponsel. Data perusahaan telekomunikasi itu mengarah kepada sejumlah tersangka, termasuk Shinjin yang dikaitkan dengan empat perangkat.
Seluruh korban melaporkan kejadian tersebut pada pekan pertama November 2021. Dalam kasus pertama pada 2 November, seorang korban kehilangan kripto senilai sekitar £40.000. Dari jumlah itu, sekitar £27.000 masuk ke rekening kripto pribadi Shinjin.
Korban kedua kehilangan sekitar £17.000 pada 5–7 November. Seluruh dana tersebut kemudian ditemukan di dompet kripto milik terdakwa. Kedua transaksi itu menjadi sumber dari total lebih dari £44.000 yang diterimanya.
Dalam dua kasus lainnya, Shinjin membantu melancarkan pencurian, meski dana hasil kejahatan dialihkan ke pihak lain. Sekitar £8.000 dicuri dari akun Coinbase korban ketiga pada 3 November. Sementara itu, korban keempat kehilangan sekitar £130.000 pada 6–7 November 2021.
Polisi Inggris Peringatkan Bahaya SIM Swap
Shinjin ditangkap di Bandara Heathrow pada Oktober 2023 saat tiba dari Dubai. Jaksa kemudian mendakwanya atas konspirasi melakukan penipuan melalui representasi palsu dan pemindahan aset hasil kejahatan. Ia mengakui kesalahannya pada akhir September 2026.
“Ini adalah penipuan yang rumit dan direncanakan dengan cermat, yang menyebabkan kerugian finansial signifikan bagi sejumlah korban,” kata Detektif Polisi Simon Ardeman dari Kepolisian Kota London.
Ia menyebut penipuan SIM swap sebagai “bentuk kejahatan yang canggih dan semakin mengkhawatirkan”. Ardeman menambahkan, “Putusan ini mengirimkan pesan yang jelas bahwa mereka yang menggunakan teknologi untuk melakukan penipuan akan dibawa ke pengadilan.”
Kasus lain di Inggris melibatkan Zhimin Qian, warga negara China yang mengaku bersalah pada akhir September 2025 atas kepemilikan aset hasil kejahatan berupa kripto. Kasus tersebut berkaitan dengan penyitaan lebih dari 61.000 BTC yang nilainya diperkirakan melampaui £5,5 miliar atau US$7,43 miliar.
Qian menipu lebih dari 128.000 korban di China pada 2014–2017 sebelum mengonversi hasil kejahatannya menjadi Bitcoin. Will Lyne, Kepala Komando Kejahatan Ekonomi dan Siber Kepolisian Metropolitan, menyebutnya sebagai salah satu kasus pencucian uang terbesar dalam sejarah Inggris.