Incar Modal Global Rp 536 Triliun, Bali Jadi Tuan Rumah New Asia Forum

Bali terpilih jadi tuan rumah New Asia Forum 2026. Bidik investasi Rp 536 triliun untuk percepat ekonomi Asia.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 11 Oktober 2026, 15:15 WIB
CEO Danantara, Rosan Roeslani. (Foto: istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah platform global anyar untuk menghimpun modal, menarik investasi, dan membangun kemitraan ekonomi bertajuk New Asia Forum dijadwalkan digelar perdana pada 3–4 Desember 2026 di Pulau Bali, Indonesia. Dalam gelaran perdananya, platform ini mematok target komitmen investasi hingga US$ 30 miliar atau sekitar Rp 536 triliun (kurs Rp 17.891 per US$) untuk kawasan Asia Baru (New Asia). 

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga menjabat sebagai CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa ajang ini dirancang sebagai jembatan strategis antara pemilik modal global dan potensi ekonomi regional.

"New Asia Forum dirancang untuk mempertemukan modal global jangka panjang dengan berbagai peluang investasi yang berkembang di Indonesia dan kawasan sekitarnya," ujar Rosan dikutip Antara, Minggu (11/10/2026).

Sebagai sovereign investor Indonesia sekaligus mitra pendiri forum tersebut, Rosan menegaskan komitmen Danantara Indonesia untuk mengajak para mitra internasional membuka peluang demi menciptakan nilai jangka panjang.

"Dengan dukungan Presiden Prabowo Subianto, forum ini mencerminkan keterlibatan Indonesia di dunia internasional yang dilandasi kepercayaan diri, ambisi, dan semangat kolaborasi," tambah Rosan.

Pergeseran Peta Investasi Global ke Asia

Ilustrasi investasi. (Image by Freepik)

Dukungan penyelenggaraan ajang ini juga datang dari Richard Attias & Associates. Pendiri sekaligus Chairman organisasi tersebut, Richard Attias, menilai adanya pergeseran peran Asia yang tak lagi sekadar menjadi destinasi penanaman modal pasif.

"New Asia tidak hanya akan menarik modal, tetapi juga semakin mampu menciptakan, mengarahkan, dan menentukan ke mana modal tersebut dapat memberikan dampak terbesar. Kita sedang memasuki salah satu siklus investasi terpenting dalam generasi kita, dan Asia berada di pusatnya," jelas Richard.

Langkah ini menyikapi dinamika kawasan Asia Pasifik yang kian pesat berkat dorongan teknologi, peningkatan investasi, serta integrasi ekonomi yang makin solid. Data IMF pada 2025 bahkan mencatat kawasan ini menyumbang hampir 60% pertumbuhan ekonomi global. Sayangnya, besarnya kontribusi ekonomi tersebut belum sebanding dengan masuknya aliran investasi internasional jangka panjang. 

New Asia Forum hadir untuk menutup celah tersebut dengan mempertemukan para investor institusional, pelaku usaha, hingga pengambil kebijakan global.

Fokus Transaksi Konkret di 8 Sektor Strategis

Berbeda dari ajang konferensi pada umumnya, forum ini mengedepankan terwujudnya transaksi bisnis, pengerahan modal, dan eksekusi proyek nyata secara terukur. Target investasi senilai US$ 30 miliar akan ditopang oleh portofolio peluang yang telah dikurasi secara ketat.

Para peserta terdiri dari kepala negara, menteri, investor jangka panjang, hingga jajaran pimpinan perusahaan global—akan mengakselerasi komitmen menjadi kesepakatan nyata di delapan sektor utama: 

  • Sumber Daya Strategis dan Hilirisasi
  • Energi dan Ketenagalistrikan
  • Mobilitas dan Manufaktur Mutakhir
  • Infrastruktur Digital dan AI
  • Pangan dan Agribisnis
  • Perdagangan dan Konektivitas
  • Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
  • Pendidikan dan Sumber Daya Manusia

Selain membahas kesiapan proyek, kepastian regulasi, hingga pembiayaan, New Asia Forum juga akan memantau keberlanjutan realisasi komitmen investasi dari waktu ke waktu guna menjaga akuntabilitas serta mempercepat pelaksanaan proyek di lapangan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya