Baskara Mahendra Ungkap Sisi Emosional Karakter Alfian di Film Ghosthing

Baskara Mahendra tampil sebagai Alfian, pria indigo yang bisa melihat makhluk halus di film Ghosthing. Simak selengkapnya di sini.

oleh Umar Syarifuddien SjadjaahDiterbitkan 11 Oktober 2026, 11:19 WIB
Baskara Mahendra - © KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi

Liputan6.com, Jakarta - Film Ghosthing siap tayang di bioskop Indonesia pada 15 Oktober 2026. Garapan sutradara Arie Aziz ini dibintangi Baskara Mahendra dan Yasamin Jasem. Baskara berperan sebagai Alfian, pria indigo yang bisa melihat makhluk halus.

Hidupnya mulai kacau setelah bertemu Maya (Yasamin Jasem), arwah influencer yang tidak sadar dirinya sudah meninggal. Maya merasa masih hidup dan terus mengganggu keseharian Alfian. Sifat keduanya yang bertolak belakang memunculkan banyak adegan kocak.

Di tengah itu, keduanya punya waktu 40 hari untuk mencari tahu penyebab kematian Maya. Yasamin mengaku tantangan terbesarnya adalah membuat komedi situasional Maya terasa natural. Latihan baca naskah bersama para pemain lain membantunya menemukan ritme dialog yang pas.

"Karena Maya ini kan banyak banget yang komedinya situasional kan, gitu. Jadi, dari jokes yang dilemparkan Maya atau setidaknya dialog yang kata-kata yang dikeluarin sama Maya juga dibantu sama kakak-kakak di sini sih waktu kita lagi reading gitu," ujar Yasamin saat ditemui di XXI Senayan City, Jumat (9/10/2026).

"Biar flow-nya enak, karena sekalinya kita kumpul kan semuanya ngomong. Jadi biar gak sekadar rame dan berisik aja," sambungnya.


Tantangan yang Dihadapi

Tantangan yang dirasakan Baskara berbeda. Menurutnya, lucu tidak cukup datang dari dialog saja. Hal itu harus muncul lewat cara Alfian bereaksi di situasi yang tidak biasa.

"Tantangannya mungkin memang di sini kan komedinya situasional gitu ya, bagaimana membuat itu menjadi lucu kayaknya. Itu sih tantangan terbesarnya, maksudnya bukan dari dialognya yang lucu, tapi gimana membawakan situasi yang lucu dan di sekitar orang-orang yang gak bisa diam ini," ungkap Baskara.


Horor Komedi yang Seru Sampai Akhir

Walau berbalut horor dan komedi, Baskara menyebut Alfian punya sisi emosional yang kuat. Sisi itu baru terasa jelas saat film mendekati akhir.

"Karena emang dalem sekali juga gitu apa yang dialami sama Alfian dan rasa itu baru muncul kan di akhir ya, menuju ke akhir baru penonton akan melihat bahwa gak cuman cerita komedi," kata Baskara.

"Gak cuman cerita berisiknya Maya gitu ya, tapi memang rasa kangen itu mungkin yang lebih besar dibanding rasa takut menjadi pekerjaan itu kan juga," pungkas Baskara.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya