Mentrans Siapkan Lima Program Kembangkan Kawasan Transmigrasi

Iftitah menegaskan transmigrasi bukan sekadar perpindahan penduduk.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 11 Oktober 2026, 07:20 WIB
Mentrans Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. (Liputan6.com/Devira Prastiwi)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan, transmigrasi bukan sekadar perpindahan penduduk. Hal itu disampaikan Iftitah dalam paparannya saat Workshop Kehumasan dan Media Gathering Kementerian Transmigrasi 2026 di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (9/10/2026).

"Saya tujuan dari media gathering ini sebetulnya adalah media ini sekarang menjadi ujung tombak untuk Kementerian Transmigrasi mengubah paradigma, cara pandang masyarakat, termasuk internal kementerian sendiri, bahwa transmigrasi hari ini bukan sekadar perpindahan penduduk," ujar Iftitah.

Dia menjelaskan, transmigrasi juga bisa menjadi pembangunan kewilayahan yang berbasis investasi, industrialisasi, dan hilirisasi untuk nantinya bisa mengentaskan kemiskinan sesuai gagasan Presiden Prabowo Subianto yakni transmigrasi baru, dimulai.

"Maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah memperkenalkan transmigrasi baru yang digagas oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto, dari sekadar perpindahan penduduk menjadi pembangunan kewilayahan yang berbasis investasi, industrialisasi, hilirisasi, dalam rangka menciptakan lebih banyak lapangan kerja, hingga dalam rangka mengentaskan kemiskinan," papar Iftitah.

Menurut dia, pemilihan Batam, Rempang, dan Galang atau yang dikenal Barelang untuk lokasi Workshop Kehumasan dan Media Gathering Kementerian Transmigrasi 2026, mengingat di lokasi ini ada kawasan transmigrasi.

"Kami sengaja untuk mengundang rekan-rekan wartawan melaksanakan media gathering ini di Rempang, di kawasan transmigrasi Batam, Rempang, dan Galang, adalah juga untuk melihat langsung seperti apa yang dilakukan oleh Kementerian Transmigrasi membentuk satu kawasan permukiman yang betul-betul kita berharap mendekati ideal," papar Iftitah.

 

5 Program Trans

Iftitah menjabarkan, fokus utama Kementerian Transmigrasi pada 2026 ini mengacu pada 5 hal, pertama adalah Trans Tuntas.

"Jadi mereka sekarang sudah memiliki sertifikat, yang biasanya penempatan itu baru berapa tahun kemudian punya sertifikat, sekarang mereka sudah langsung memiliki sertifikat," ucap dia.

Kemudian yang kedua adalah Trans Lokal. Di mana, kata Iftitah, pemerintah melakukan transmigrasi lokal karena di Rempang ini sedang dilakukan upaya untuk pengembangan investasi, industrialisasi, dan hilirisasi.

"Kita tidak ingin masyarakat lokalnya tersingkir. Oleh karena itu, kita buat satu satuan permukiman untuk menampung mereka dengan satu ekosistem yang lebih baik, ada sekolahnya, ada sarana kesehatannya, ada juga sarana ibadahnya, dan sarana aktivitas ekonomi dan sosial lainnya, sesuai juga dengan kita upayakan mata pencaharian mereka sehari-hari," papar dia.

Lalu ketiga, lanjut Iftitah, adalah Trans Patriot. Apa itu? Yakni Kementrans mengundang 10 kampus mitra terbaik di Indonesia.

"Bahkan saat ini di Rempang sedang ada tamu-tamu mahasiswa dari Technical University of Munich dari Jerman, yang mereka juga ikut melakukan penelitian, riset, dan memberikan masukan kepada kita hal-hal apa yang perlu harus diperbaiki, hal-hal apa yang harus ditingkatkan di Tanjung Banon di Eco-City Rempang, Eco-City itu supaya kehidupannya lebih baik dan membuat masyarakat lebih betah," terang dia.

Kemudian yang keempat, lanjut Iftitah, Trans Gotong Royong, di mana, terus mendorong pertumbuhan ekonomi di Batam

"Kita juga sedang mendorong, membantu Pemerintah Kota Batam untuk meningkatkan lebih banyak investasi, ya. Kita juga bersyukur bahwa Pemerintah Kota Batam saat ini dengan situasi yang jauh lebih kondusif, peningkatan pertumbuhan ekonominya itu sampai 7,2 persen dalam angka yang terakhir menurut BPS. Ini sangat luar biasa, kami apresiasi kepada Pemerintah Kota Batam terkait dengan hal ini," terang dia.

Dan yang terakhir Trans Karya Nusa yakni pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan transmigrasi.

"Situasi di Rempang itu sendiri pun untuk kawasan permukimannya adalah hasil kolaborasi, tidak hanya Kementerian Transmigrasi, tapi ada Pemkot Batam, ada BP Batam, ada ATR/BPN, ada KKP, kemudian ada juga PU, kemudian Pendidikan Dikti maupun Dikdasmen. Jadi ini juga yang kita ingin kolaborasikan," papar Iftitah.

Dia mengatakan, selain program 5 T tersebut, juga ada dua agenda besar Kementerian Transmigrasi. Pertama, kata Iftitah, adalah revitalisasi.

"Kita tentu tidak akan meninggalkan para transmigran yang puluhan tahun, mungkin sertifikatnya dia belum dapat, jalannya masih jelek, listriknya belum masuk seperti di Papua, kami kemarin baru memasukkan listrik setelah 81 tahun tidak punya listrik, ya, kemudian dan sebagainya, itu namanya program revitalisasi," ucap dia.

"Transformasi. Nah, yang transformasi inilah kita ingin betul-betul mengubah cara pandang yang baru dari kementerian yang konsumtif menjadi produktif," jelas Iftitah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya