Bukan Mesin V-Twin, Harley-Davidson Ini Andalkan Dorongan Dua Turbin Jet

Harley-Davidson tanpa drivetrain konvensional menjadi motor bertenaga sepasang mesin turbin jet yang sanggup melesat hingga 97 km/jam.

oleh Muhammad Luthfi Naufal AqilahDiterbitkan 12 Oktober 2026, 14:06 WIB
Momen pengujian sepasang turbin jet yang terpasang di samping roda belakang Harley-Davidson, mengeluarkan semburan api dan daya dorong murni murni tanpa transmisi konvensional. (Carscoops)

Liputan6.com, Jakarta - Harley-Davidson dikenal sebagai produsen sepeda motor yang identik dengan mesin V-Twin, suara menggelegar, dan desain klasik yang khas. Namun, sebuah proyek modifikasi ekstrem mengubah karakter motor legendaris asal Amerika Serikat tersebut menjadi kendaraan yang mengandalkan tenaga dorong dari dua mesin turbin jet.

Proyek tidak biasa ini merupakan hasil kolaborasi kreator YouTube Warped dan Bikes and Beards. Mereka mengubah sebuah Harley-Davidson yang sudah tidak bisa beroperasi menjadi motor bertenaga jet, bahkan tanpa menggunakan transmisi maupun sistem penggerak roda konvensional.

Melansir Carscoops, Senin (12/10/2026), modifikasi ekstrem tersebut berawal ketika Sean Kerr dari Bikes and Beards mengirimkan sebuah Harley-Davidson dalam kondisi rusak parah kepada Matt, kreator di balik kanal Warped.

Alih-alih memperbaiki motor tersebut agar kembali ke kondisi standar, Matt justru memilih pendekatan berbeda dengan membongkar konstruksi aslinya dan mengganti mesin konvensional dengan dua turbin mikro.

Hasilnya, Harley-Davidson tersebut tampil sebagai kendaraan eksperimental yang mengandalkan dorongan udara berkecepatan tinggi untuk bergerak maju.

Kondisi awal Harley-Davidson tersebut memang sudah memprihatinkan. Mesin V-Twin bawaannya mengalami kerusakan berat, dengan piston yang terbuka serta kepala silinder yang hancur.

Kerusakan tersebut membuat proses restorasi ke kondisi standar tidak lagi menjadi pilihan utama. Matt kemudian memanfaatkan kesempatan ini untuk membangun sesuatu yang benar-benar berbeda.

Sebagai pengganti mesin asli, dua turbin mikro dipasang di bagian samping roda belakang. Masing-masing turbin diklaim mampu menghasilkan daya dorong sekitar 70–75 pon.

Dengan demikian, total daya dorong yang dihasilkan kedua turbin tersebut mencapai sekitar 150 pon atau setara 667 newton.

Berbeda dari sepeda motor pada umumnya, sistem ini tidak menggunakan gearbox maupun mekanisme penyalur tenaga ke roda belakang.

Putaran selongsong gas atau throttle langsung mengatur besarnya daya dorong yang dihasilkan turbin. Semakin besar bukaan throttle, semakin besar pula dorongan yang dihasilkan untuk menggerakkan motor.

Konsep tersebut membuat Harley-Davidson ini tidak lagi mengandalkan putaran mesin yang diteruskan melalui rantai atau sabuk penggerak. Sebaliknya, motor bergerak dengan memanfaatkan gaya dorong dari semburan gas turbin.

Mengubah Harley-Davidson menjadi motor bertenaga jet tentu bukan pekerjaan sederhana. Proyek ini membutuhkan lebih dari 400 jam kerja untuk menyelesaikan berbagai penyesuaian teknis.

Matt harus merancang dudukan khusus untuk menopang kedua turbin, membuat pelindung tambahan, serta menyiapkan sistem bahan bakar diesel yang sesuai dengan kebutuhan mesin turbin yang digunakan.

Meski mengalami perubahan besar pada bagian mekanis, sejumlah identitas asli Harley-Davidson tetap dipertahankan.

Switchgear atau sakelar pada setang serta panel instrumen khas motor tersebut masih dipertahankan agar tampilannya tidak sepenuhnya kehilangan karakter Harley-Davidson.

Namun, tantangan terbesar bukan sekadar memastikan seluruh komponen dapat terpasang dengan baik. Penggunaan turbin jet pada sepeda motor juga menuntut perhatian ekstra terhadap keselamatan.

Sistem pelindung dan mekanisme pemutus aliran bahan bakar menjadi bagian penting dalam rancangan tersebut. Komponen ini diperlukan untuk membantu mengantisipasi risiko yang muncul dari penggunaan turbin dengan suhu dan aliran gas buang berkecepatan tinggi.

Penggantian mesin V-Twin beserta sistem transmisi konvensional turut mengurangi bobot motor secara signifikan.

Harley-Davidson hasil modifikasi ini diperkirakan memiliki bobot sekitar 159 kg atau 350 pon. Angka tersebut membuatnya relatif ringan untuk sebuah motor eksperimental yang membawa dua unit turbin jet.

 

Sensasi Berkendara Mirip Pesawat Jet

Dalam pengujian di jalan, Sean Kerr berhasil memacu motor tersebut hingga kecepatan sekitar 97 km/jam atau 60 mil per jam.

Menariknya, kecepatan tersebut belum dianggap sebagai batas maksimal kemampuan motor. Sean mengklaim kendaraan eksperimental tersebut masih memiliki potensi untuk melaju lebih kencang.

Meski demikian, performa motor ini tidak bisa disamakan begitu saja dengan sepeda motor konvensional. Karakteristik dorongan turbin, respons throttle, serta tidak adanya transmisi membuat cara kendaraan tersebut menghasilkan dan mengendalikan kecepatan berbeda dari motor pada umumnya.

Karena itu, pencapaian kecepatan dalam pengujian tersebut lebih tepat dipandang sebagai demonstrasi konsep modifikasi ekstrem, bukan tolok ukur performa sepeda motor produksi massal.

Hal lain yang membuat Harley-Davidson ini menarik adalah sensasi berkendara yang dihasilkan.

Tanpa sistem penggerak roda konvensional, pengendara tidak merasakan getaran dari drivetrain maupun perpindahan gigi seperti pada sepeda motor biasa.

Sebagai gantinya, dorongan dari kedua turbin menghasilkan sensasi seolah-olah motor didorong oleh aliran udara berkecepatan tinggi.

Suara yang dihasilkan pun jauh berbeda dari raungan mesin V-Twin khas Harley-Davidson. Kedua turbin menghadirkan suara melengking yang menyerupai pesawat terbang ketika bersiap lepas landas.

Modifikasi ini memperlihatkan bagaimana sebuah sepeda motor yang awalnya tidak lagi berfungsi dapat diubah menjadi kendaraan eksperimental dengan pendekatan teknis yang tidak lazim.

Meski begitu, penggunaan turbin jet pada sepeda motor tetap memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait pengendalian, temperatur gas buang, konsumsi bahan bakar, serta keselamatan pengendara dan orang di sekitarnya.

Dengan konsep tersebut, Harley-Davidson bermesin turbin jet ini menjadi contoh modifikasi ekstrem yang mengutamakan eksperimen teknologi, sekaligus menunjukkan bahwa kreativitas di dunia otomotif dapat menghasilkan sesuatu yang jauh melampaui fungsi kendaraan konvensional.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya