Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk membangun pabrik pakan ternak terintegrasi. Ada lima lokqsi dengan anggaran sekitar Rp 2,2 triliun untuk pabrik tersebut.
Amran mengatakan pembangunan pabrik itu ditargetkan bisa selesai pada 2027. Kehadiran pabrik di sentra produksi jagung diharapkan memudahkan akses pakan ternak ke para peternak rakyat.
Advertisement
"Perintah Presiden, Bapak Presiden perintah beliau. Saya ditelepon beliau, pabrik pakan segera dibangun. Insya Allah tahun depan selesai, tahun depan selesai. Sekarang saya sudah turun dan kontrak pakta integritas tanda tangan yang bangun," ungkap Amran di Jakarta, dikutip Sabtu (10/10/2026).
Lima lokasi pabrik pakan itu antara lain Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Gorontalo. Pembangunan pabrik terintegrasi difokuskan pada wilayah penghasil jagung agar dekat dengan sumber bahan baku.
Selain pabrik pakan, pemerintah juga membangun fasilitas pembibitan berupa anakan ayam atau day old chicken (DOC) untuk memperkuat ketersediaan bibit ayam di dalam negeri. Dengan fasilitas tersebut, kebutuhan DOC dapat dipenuhi lebih dekat dengan sentra produksi. Fasilitas ini bisa dikelola oleh BUMN nantinya.
"Ini mensuplai peternak kecil supaya harganya stabil, suplai DOC, kemudian suplai pakan, suplai vaksin supaya peternak kuat, makanya tadi ekosistem. Jadi semua dalam kendali kita, mulai pakan, vaksinnya, DOC-nya, kendali negara, kendali pemerintah," jelas Amran.
Siapkan Rp 2,2 Triliun
Pada kunjungannya ke salah satu lokasi pembangunan pabrik pakan di Sulawesi Selatan, Amran mengungkapkan alokasi anggaran untuk lima pabrik tersebut. Pemerintah setidaknya menyiapkan Rp 2,2 triliun.
“Anggarannya sudah turun, beliau (Presiden) sudah tanda tangan Rp 2,2 triliun untuk lima. Total anggaran yang dipersiapkan pemerintah sekitar Rp17 triliun, tetapi bukan di sini saja,” katanya.
“Sudah bor-bor. Targetnya tahun depan selesai. Administrasinya sudah selesai, anggarannya juga sudah selesai. Yang penting selesai dulu,” imbuh dia.
Pangkas Rantai Distribusi
Penguatan industri pakan menjadi salah satu bagian penting dalam ekosistem tersebut. Jagung yang merupakan bahan baku utama pakan akan didorong berasal dari sentra produksi di sekitar kawasan peternakan.
"Ayam butuh pakan. Pakannya dari jagung. Jagung ini nanti dari Bone, Soppeng, kabupaten tetangga, dari mana saja. Karena ini yang menjadi pakan nanti,” kata Amran.
Dia menuturkan, pembangunan pabrik pakan di dekat sentra produksi jagung akan membuat rantai pasok lebih efisien dan menekan biaya logistik. “Jadi dari hulu ke hilir ini holistik. Itu murah. Daripada jagung ini dikirim ke Surabaya, dikirim ke Jakarta, setelah jadi pakan dikembalikan,” ujarnya.