Harga Emas Hari Ini Menguat 1,6% Terdorong Aksi Beli

Analis menuturkan, aksi beli emas seiring harga emas sempat sentuh level terendah menjadi katalis untuk harga emas.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 10 Oktober 2026, 07:20 WIB
Seorang pelanggan memegang perhiasan emas selama festival Hindu 'Akshaya Tritiya', hari keberuntungan dalam kalender Hindu untuk membeli barang-barang berharga, di ruang pamer perhiasan di Chennai, India, Membeli emas adalah kegiatan yang populer di Akshaya Tritiya, karena ini adalah simbol utama kekayaan dan kemakmuran. (Arun SANKAR / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia menguat dalam sesi kedua berturut-turut pada perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026 (Sabtu pagi Jakarta) ke level tertinggi dalam satu minggu. Kenaikan harga emas itu dipicu aksi beli di harga rendah setelah harga emas sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan awal pekan ini. Sementara itu, pelaku pasar menimbang kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh the Federal Reserve (the Fed).

Mengutip CNBC, Sabtu (10/10/2026), harga emas spot naik 1,6% menjadi US$ 4.189,99 pada pukul 15.13 EDT. Logam mulia ini sempat jatuh ke level terendah dalam dua bulan pada Rabu pekan ini akibat penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang menekan aset tanpa imbal hasil itu.

Kontrka berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup naik 1,43% ke level US$ 4.216,3 per ons. Harga emas juga mencatat kenaikan mingguan 1,3%.

"Harga emas menguat karena adanya aksi beli di harga rendah, mengingat terbentuknya batas bawah (floor) di kisaran level US$ 4.000," ujar Analis Stone X, Rhona O’Connell.

Ia menambahkan, bisa dikatakan potensi kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed sudah tercermin dalam harga pasar, tetapi demikian pula dengan ekspektasi berlanjutnya pembelian bersih oleh sektor resmi (bank sentral).

"Tanpa adanya peristiwa tak terduga yang berdampak masif (Black Swan event), sulit bagi saya untuk melihat harga emas menembus ke level yang jauh lebih tinggi secara meyakinkan,” ujar Rhona.

 

Imbal Hasil Obligasi AS Turun

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun dari level tertinggi dalam lebih dari dua dekade yang sempat dicapai pada hari Rabu.

Presiden The Fed wilayah St. Louis, Alberto Musalem, menyatakan pada Kamis kalau bank sentral AS perlu kembali menaikkan suku bunga guna mengembalikan inflasi ke target 2%.

Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME, para pedagang memperhitungkan adanya peluang sebesar 19% untuk kenaikan suku bunga pada Oktober dan probabilitas 84% ​​untuk setidaknya satu kali kenaikan sebesar 25 basis poin pada Desember.

 

Data Ekonomi AS yang Bakal Pengaruhi Harga Emas

Ilustrasi harga emas dunia (Foto By AI)

Emas cenderung kehilangan daya tariknya dibandingkan dengan aset-aset yang memberikan imbal hasil (seperti obligasi) dalam lingkungan suku bunga tinggi.

“Rilis data CPI pekan depan dapat menjadi katalis bagi pergerakan besar emas berikutnya.Inflasi yang masih membandel, yang mendorong The Fed untuk melakukan siklus kenaikan suku bunga yang lebih agresif, dapat memaksa harga emas spot untuk kembali menguji level support psikologis di angka $4.000,” ujar kepala analis pasar di Bybit, Han Tan.

Sementara itu, permintaan emas di India lesu pekan ini seiring dengan kembali naiknya harga, sedangkan aktivitas perdagangan di China, negara konsumen utama berjalan lambat selama periode perdagangan yang lebih singkat akibat libur.

Di antara logam lainnya, harga perak spot naik 2,7% menjadi US$ 60,93 per ons.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya