BEI-KSEI Perluas Informasi Kepemilikan hingga Cakupan Saham Terkonsentrasi

BEI dan KSEI melengkapi data kepemilikan saham berdasarkan 39 klasifikasi dan tipe investor dengan kepemilikan lokal dan asing.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 10 Oktober 2026, 06:02 WIB
Pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (8/4/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 7,9% ke level 5.996,14. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memperkuat reformasi transparansi pasar modal Indonesia melalui pengayaan data kepemilikan saham dengan informasi lebih terperinci serta perluasan cakupan metodologi Kepemilikan Saham Konsentrasi Tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC). Hal ini sebagai upaya meningkatkan kualitas dan efektivitas transparansi pasar, memperkuat perlindungan investor serta meningkatkan kualitas informasi sebagai dasar pengambilan keputusan investasi.

Pada aspek data kepemilikan saham, BEI dan KSEI kini melengkapi data berdasarkan 39 klasifikasi dan tipe investor dengan informasi tambahan berupa kepemilikan lokal dan asing.

"Penambahan tersebut memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai struktur kepemilikan saham perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia,” ujar Ph Sekretaris Perusahaan BEI, Aulia Noviana Utami Putri, mengutip keterangan resmi, Sabtu (10/10/2026).

Ia menambahkan, informasi kepemilikan saham tersebut telah didistribusikan secara konsisten oleh BEI dan KSEI setiap tanggal 2 pada bulan berikutnya melalui website BEI.

Selain itu, BEI dan KSEI kembali menyempurnakan metodologi High Shareholding Concentration (HSC) dengan memperluas cakupan saham yang menjadi objek reviu.

Sebelumnya, metodologi HSC menggunakan price impact ratio untuk saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun. Melalui penyempurnaan ini, cakupan reviu diperluas dengan menggunakan price impact ratio hingga saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 5 triliun.

"Perluasan cakupan tersebut memungkinkan pemantauan terhadap konsentrasi kepemilikan dilakukan pada populasi saham yang lebih luas, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi kepemilikan saham di pasar modal Indonesia,” kata Aulia.

 

Meningkatkan Kualitas dan Keandalan Data Pasar

Karyawan melintasi layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

BEI dan KSEI berkomitmen untuk melakukan penyempurnaan secara berkelanjutan demi meningkatkan kualitas dan keandalan data pasar sesuai dengan praktik terbaik global serta masukan dari investor dan penyedia indeks global. Ketersediaan informasi yang semakin lengkap dan terperinci dapat memberikan referensi yang lebih akurat bagi investor dalam mengambil keputusan investasi, sekaligus memperkuat kepercayaan, integritas, dan kredibilitas pasar modal Indonesia.

Data kepemilikan saham berdasarkan klasifikasi dan tipe investor, termasuk pemilahan lokal dan asing, serta informasi High Shareholding Concentration dapat diakses melalui:

1. Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat Berdasarkan Klasifikasi Investor: www.idx.co.id > Perusahaan Tercatat > Data Kepemilikan Saham. Atau melalui tautan: www.idx.co.id/id/perusahaan-tercatat/data-kepemilikan-saham/

2. High Shareholding Concentration: www.idx.co.id > Perusahaan Tercatat >Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi. Atau melalui tautan www.idx.co.id/id/perusahaan-tercatat/kepemilikan-saham-terkonsentrasi-tinggi/

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya